TRENDING
MENU

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarah ke Makam Tokoh Bangsa: Dari Jombang, Blitar, hingga Solo

3 menit membaca View : 11
Redaksi
Sumenep, Video - 20 Jun 2026

REPORTASE NEWS, Blitar — Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan jatuh pada 1 Juli mendatang, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rangkaian ziarah ke makam para mantan Presiden RI, Sabtu (20/6). Agenda ini menjadi bagian dari tradisi Korps Bhayangkara untuk menyerap dan menggali kembali nilai-nilai luhur kepemimpinan para tokoh bangsa.

Rangkaian ziarah dimulai sejak Sabtu pagi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kapolri beserta rombongan menyambangi kompleks Pemakaman Pesantren Tebuireng untuk berziarah ke makam Presiden RI ke-4, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Setibanya di lokasi, Jenderal Listyo Sigit yang mengenakan peci hitam disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, K.H. Abdul Hakim Machfudz (Gus Kikin). Sebagai bentuk penghormatan, Gus Kikin menyematkan pengalungan surban kepada orang nomor satu di Polri tersebut. Di depan pusara sang “Bapak Pluralisme”, Kapolri memanjatkan doa bersama dan melakukan prosesi tabur bunga.

Ziarah Tokoh Bangsa: Ikhtiar Korps Bhayangkara Menjaga Mandat Konstitusi dan Independen Lembaga.

Bagi institusi Kepolisian, sosok Gus Dur memiliki tempat yang sangat istimewa. Pada masa kepemimpinannya sebagai Presiden ke-4 RI (periode 1999–2001), Gus Dur menjadi aktor utama di balik reformasi dan profesionalisme institusi keamanan.

Warisan paling monumental dari Gus Dur untuk Korps Baju Cokelat adalah pengukuhan pemisahan secara konstitusional antara TNI dan Polri yang tertuang dalam TAP MPR No. VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri, serta TAP MPR No. VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri. Melalui kebijakan bersejarah ini, Polri resmi berdiri mandiri dan fokus pada keamanan dalam negeri serta penegakan hukum.

“Ziarah ini bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk penghormatan atas jasa-jasa besar Gus Dur terhadap bangsa, khususnya bagi institusi Polri,” ujar seorang perwira pendamping di lokasi.

Usai dari Jombang, Kapolri dan rombongan langsung bertolak menuju Kota Blitar untuk berziarah ke Komplek Makam Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Ir. Soekarno (Bung Karno).

Kapolri tiba di lokasi makam yang terletak di Jalan Ir. Soekarno Nomor 152 sekitar pukul 12.30 WIB. Begitu memasuki gerbang makam, Jenderal Sigit memberikan penghormatan secara khidmat sebelum melepas alas kaki menuju area inti persemayaman, Astono Mulyo.

Di dalam cungkup makam, rombongan disambut oleh juru kunci makam Bung Karno, Kahfi Annezar, yang sekaligus memimpin jalannya doa bersama. Suasana khidmat menyelimuti prosesi doa di depan pusara Bung Karno, yang diapit oleh makam kedua orang tuanya, R. Soekemi Sosrodihardjo dan Ny. Ida Aju Njoman Rai.

Setelah doa selesai, Jenderal Sigit memimpin prosesi tabur bunga yang juga diikuti oleh pejabat utama Polri pendamping, di antaranya Kabaintelkam Polri dan Dankorbrimob Polri. Rangkaian kegiatan di Blitar ini berakhir sekitar pukul 13.10 WIB.

Dalam keterangannya kepada media, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa rangkaian ziarah ini sangat penting dilakukan oleh institusi Polri sebagai refleksi amanah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Rangkaian kegiatan yang kami laksanakan kali ini merupakan bagian dari tradisi kami untuk bisa menyerap dan tentunya menggali nilai-nilai dari para pemimpin bangsa. Ini sangat penting, khususnya bagi institusi Polri yang memiliki satu amanah untuk terus bisa mempertahankan apa yang diwariskan dan nilai-nilai yang telah diberikan oleh mantan-mantan Presiden kita terhadap NKRI dan institusi Polri,” tutur Jenderal Sigit.

Setelah merampungkan agenda ziarah di Jombang dan Blitar, Kapolri beserta rombongan dijadwalkan langsung melanjutkan perjalanan menuju Solo, Jawa Tengah, untuk berziarah ke makam Presiden RI ke-2, H.M. Soeharto. Rangkaian ziarah tokoh bangsa ini nantinya akan ditutup secara resmi di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Bagikan Disalin