TRENDING
MENU

Kreatif dan Edukatif: Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Dampingi Siswa SD Tampil di Festival Budaya

2 menit membaca
Budi Wahono
Berita, Headline, Jawa Timur - 04 Agu 2026

REPORTASE NEWS, Pacitan — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Semester IV STKIP PGRI Pacitan sukses melangsungkan Proyek Akhir Mata Kuliah Dolanan Anak. Proyek berbasis pelestarian nilai lokal ini diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada para siswa sekolah dasar hingga dipentaskan dalam panggung Festival Budaya STKIP PGRI Pacitan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turun langsung ke sekolah dasar mitra untuk mengenalkan, melatih, dan mendampingi para siswa memainkan ragam permainan tradisional. Langkah ini dirancang untuk membangkitkan kembali eksistensi dolanan anak sekaligus menanamkan karakter positif seperti kerja sama, sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.

BACA JUGA  Pemkab Sumenep Tingkatkan Pemerataan Pendidikan Lewat Program Beasiswa untuk Mahasiswa

Puncak dari pendampingan tersebut ditunjukkan lewat pertunjukan kreatif siswa di Festival Budaya STKIP PGRI Pacitan. Penampilan yang edukatif dan menghibur tersebut berhasil memikat perhatian serta panen apresiasi dari jajaran dosen, guru pendamping, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

BACA JUGA  Kenaikan Status Jadi Polresta Sumenep, IJTI Madura Tantang Kombes Ariek Buktikan Hal Ini!

Dosen pengampu mata kuliah, Rustanto, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa proyek ini dibuat agar mahasiswa memiliki pengalaman otentik dalam merancang pembelajaran berbasis kearifan lokal.

“Proyek akhir ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam merancang pembelajaran berbasis budaya lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengasah kemampuan mengajar, berkomunikasi, mengelola kelas, dan bekerja sama dengan sekolah mitra,” terang Rustanto, S.Pd., Gr.

Melalui Proyek Akhir Dolanan Anak ini, STKIP PGRI Pacitan membuktikan komitmennya dalam mencetak calon pendidik yang kreatif, inovatif, dan berwawasan budaya. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sebagai pilar penguatan karakter generasi muda Indonesia sekaligus menjaga eksistensi warisan tradisi.

BACA JUGA  Rumah Literasi MARA KANNA, Inisiatif Baru Tingkatkan Literasi Keuangan Desa di Arjasa
Bagikan Disalin