MENU

PBNU Gelar Selawatan dan Silaturahmi di Kediaman Rais Aam Surabaya

2 menit membaca
Handono
Nasional, Surabaya - 28 Des 2025

Surabaya — Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar selawatan, doa bersama, dan makan nasi talaman di Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, kediaman Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kebersamaan di lingkungan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kehangatan. Menurutnya, momentum ini penting untuk menjaga keguyuban serta mempererat hubungan antarpengurus PBNU.

“Alhamdulillah, tadi sudah berkumpul semua. Kita bersama-sama berdoa dan berselawat. Mudah-mudahan ke depan akan ada pembicaraan lanjutan pada waktu yang tepat,” ujar Saifullah Yusuf usai pertemuan.

BACA JUGA  Kejati Jatim Tetapkan Tenaga Ahli DPR RI sebagai Tersangka Korupsi BSPS Sumenep 2024

Ia menegaskan, agenda utama pertemuan tersebut difokuskan pada silaturahmi dan penguatan suasana batin kebersamaan PBNU. Adapun pembahasan terkait arah dan langkah strategis organisasi ke depan akan dibicarakan secara khusus oleh Rais Aam bersama Ketua Umum PBNU.

“Intinya, nanti Rais Aam bersama Ketua Umum akan membahas lebih lanjut langkah ke depan. Hari ini kita sudah berkumpul, guyub, makan bersama, dan berselawatan,” tuturnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai agenda Muktamar serta dinamika struktural PBNU, Saifullah Yusuf menyatakan bahwa hal tersebut belum dibahas secara rinci dalam pertemuan kali ini. Ia meminta publik menunggu penjelasan resmi dari pimpinan PBNU.

BACA JUGA  Sayembara APIMU Jatim, Dua Penulis Asal Sumenep Sabet Penghargaan

“Soal muktamar dan agenda lainnya akan dibicarakan lebih lanjut. Kapan waktunya, juga belum bisa dipastikan. Kita tunggu penjelasan dari Kiai Miftachul Akhyar,” katanya.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU Muhammad Nuh, serta sejumlah tokoh dan pengurus PBNU dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah.

BACA JUGA  Polda Jatim Periksa Enam Saksi Terkait Dugaan Pengusiran Paksa Nenek Elina di Surabaya

(rn-ha)

Penulis

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan