TRENDING
MENU

KKN-BBK 8 UNAIR Edukasi Pemanfaatan Limbah Rambut Jagung melalui Program SERUNI Mendukung SDGs 3 dan SDGs 12

2 menit membaca
Handono

TUBAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 8 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program edukasi pemanfaatan limbah rambut jagung melalui inovasi SERUNI (Seduhan Rambut Jagung Bernilai Gizi) di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang memiliki nilai kesehatan dan ekonomi.

Desa Mulyoagung dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Tuban. Selama ini, rambut jagung yang merupakan hasil samping panen umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan kerap dibuang maupun dibakar. Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-BBK 8 UNAIR memberikan edukasi mengenai potensi rambut jagung yang mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan, sehingga dapat diolah menjadi minuman herbal bernilai tambah.

Dalam kegiatan itu, tim mahasiswa juga mendemonstrasikan tahapan pembuatan teh herbal berbahan dasar rambut jagung. Proses pengolahan diperkenalkan menggunakan metode sederhana agar dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Peserta kemudian berkesempatan mencicipi hasil olahan teh herbal SERUNI sekaligus mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab mengenai proses produksi maupun manfaatnya.

Salah seorang peserta, Dewi (31), mengaku baru pertama kali mencoba minuman herbal berbahan dasar rambut jagung. Menurutnya, cita rasa teh cukup nyaman dikonsumsi dan memberikan pengalaman baru mengenai pemanfaatan limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan.

Selain aspek kesehatan, mahasiswa KKN-BBK 8 UNAIR turut memperkenalkan peluang pengembangan teh herbal SERUNI sebagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal. Tim menampilkan prototipe produk lengkap dengan desain kemasan, label, serta contoh pengemasan sebagai gambaran apabila produk dikembangkan secara komersial.

BACA JUGA  Direktur RSUD Sumenep Apresiasi Perjuangan Bidan di Hari Bidan Sedunia 2026

Melalui diskusi bersama peserta, kegiatan juga menyoroti peluang peningkatan nilai tambah hasil pertanian sekaligus mendorong pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan produk lokal yang berdaya saing serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

BACA JUGA  MAN 1 Blitar Sukses Gelar MATSAMA 2025/2026: Tanpa Perpeloncoan, Penuh Edukasi dan Semangat Inklusif

Program SERUNI merupakan bagian dari kontribusi KKN-BBK 8 UNAIR dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 12 terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 17 melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Wartawan (rn-ha)

BACA JUGA  Tokoh Muda NU, Ning Lia, Beri Pesan Pendidikan dan Motivasi di UNUSA
Bagikan Disalin