TRENDING
MENU

Bikin Merinding! Puluhan Raja dan Sultan Se-Indonesia Berkumpul di Pintu Labang Mesem Sumenep

2 menit membaca
Mahmudi

REPORTASE, Sumenep – Gelaran Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 dipastikan bakal berlangsung meriah. Event tahunan yang diinisiasi oleh Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep ini siap menjadi ajang silaturahmi besar bagi para raja, sultan, pangeran, serta tokoh adat dari berbagai pelosok negeri.

MEC 2026 yang mengusung tema “Keraton Sumenep” dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026 malam. Bertempat di sepanjang Jalan Dr. Soetomo, panggung utama acara ini bakal berdiri megah tepat di depan pintu gerbang bersejarah Labang Mesem Keraton Sumenep.

Beberapa tokoh penting kerajaan di Indonesia yang dipastikan hadir di Sumenep antara lain:

  1. Lampung: PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong (Sultan Sekala Brak yang Dipertuan ke-23)
  2. Maluku Utara: PYM Ahmad Sjah (Sultan Jailolo)
  3. Kalimantan Timur: PYM Adji Raden Mohammad Bakhrun (Sultan Gunung Tabur)
  4. Cirebon: PYM Pangeran Handi (Raja Kaprabon XI) yang hadir memboyong tim penari serta kru pertunjukan
  5. Sulawesi Selatan: YM Andi Idris Manginruru A. Idjo Daeng Buang Karaengta Katangka (Kerajaan Gowa) dan YM Andi Mardiani We Padauleng (KaOpuan Benteng Selayar)
  6. Gorontalo, Banten, & Yogyakarta: YM Roswati Lasimpala (Kerajaan Gorontalo), YM Tb Suroso (Kerabat Kesultanan Banten), YM KRAy T. Roro Fitria (Kerabat Kesultanan Yogyakarta), serta Sekjen MAKN, YM Dra. Hj. KRAy T. Yani WSS Kuswodijoyo dari Puro Pakualaman
  7. Tuan Rumah: YM R. Yumei Sulistyo perwakilan Kesultanan Sumenep
BACA JUGA  Dinilai Penuh Kreatifitas, Lapas Banyuwangi Jadi Rujukan Studi Tiru Rutan Situbondo 

Selain deretan raja dan perwakilan kerabat kerajaan, sejumlah jajaran pengurus serta Dewan Pakar Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) juga dikonfirmasi ikut hadir.

Ketua KJS, M. Hariri, mengungkapkan bahwa pihak panitia saat ini masih terus merampungkan koordinasi dengan beberapa kerajaan lain yang berpotensi hadir.

“Kerajaan Bone dan Kerajaan Ternate masih dalam proses koordinasi untuk memastikan kedatangan mereka ke Kabupaten Sumenep dalam rangka MEC 2026,” terang Hariri, Jumat (18/9/2026).

Hariri menegaskan bahwa berkumpulnya para pemangku adat Nusantara ini bukan sekadar untuk menyemarakkan karnaval, melainkan sebagai wadah penguat tali silaturahmi serta ruang pertukaran nilai sejarah dan budaya antardaerah. Melalui ajang ini, Sumenep diharapkan mampu menjadi titik temu dalam melestarikan warisan leluhur bangsa.

BACA JUGA  Pilkada Sumenep, Generasi Muda Sapeken Resmi Dukung FAHAM
Bagikan Disalin