TRENDING
MENU

Dikeluhkan Warga karena Harus Memutar Jauh, Penutupan Bendungan Lahor Dijaga Ketat Petugas

1 menit membaca
Asrofi

REPORTASE NEWS, BLITAR — Kebijakan pengelola untuk menutup akses kendaraan roda empat di Bendungan Lahor, Karangkates, memicu penolakan keras dari masyarakat. Penutupan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar tersebut berdampak langsung pada ribuan pelintas harian.

Menyikapi eskalasi penolakan warga, sebanyak 200 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) disiagakan di area sekitar bendungan. Penjagaan masif ini dilakukan guna mengamankan Objek Vital Nasional serta mencegah aksi protes susulan.

BACA JUGA  PT KEI vs Media Lokal: Sengketa Narasi di Tanah Kepulauan

Petugas telah memasang barikade rapat di kedua sisi penyekatan. Akibat penutupan ini, warga yang terbiasa melintas terpaksa dialihkan ke jalur utama nasional dengan jarak tempuh memutar yang lebih jauh sekitar 10 hingga 15 kilometer, sehingga memicu pembengkakan biaya transportasi.

BACA JUGA  Muhammad Sholeh Terpilih Kembali Sebagai Ketua PC PERGUNU Sumenep: Siap Percepat Revolusi Pendidikan

Pihak pengelola mengungkapkan bahwa penghentian lalu lintas umum di atas mahkota bendungan terpaksa dilakukan atas dasar keselamatan dan ketahanan struktur bangunan. Peningkatan beban kendaraan dikhawatirkan mengganggu fungsi utama bendungan sebagai penampung air dan pengendali banjir.

Aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyalurkan aspirasi secara damai. Pihak kepolisian menegaskan penyiagaan pasukan murni untuk menjaga kondusivitas wilayah sembari menunggu hasil forum dialog antara warga, Pemda, dan pengelola guna mencari solusi jalur alternatif.

BACA JUGA  Beredar Isu Gus Mamak, Mantan Anggota DPRD Sampang Angkat Bicara
Bagikan Disalin