SPBU Legung Dituding Main Mata Saat BBM Langka, Warga Biasa Dibatasi Tapi Jeriken Tertentu Melenggang.REPORTASE, Sumenep – Pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Legung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan. Pengelola SPBU tersebut diduga kuat memberlakukan praktik diskriminatif, “pilih kasih“, dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM).
Menurut kesaksian YS, warga setempat, perlakuan tidak adil ini telah berlangsung sejak siang hari. Banyak warga yang berniat membeli BBM menggunakan jeriken, serta pemilik kendaraan roda empat (mobil) tertentu, menghadapi penolakan tegas dan pembatasan kuota yang sangat ketat.
Saat masyarakat umum berjuang keras mendapatkan pasokan BBM untuk kebutuhan sehari-hari dan kendaraan mereka, justru SPBU Legung disinyalir memprioritaskan pengisian jeriken bagi pihak-pihak tertentu.
“Di tengah kelangkaan BBM seperti sekarang, kami sudah sejak siang berniat membeli dengan jeriken namun tidak dilayani. Pengisian untuk mobil pun dibatasi. Namun, anehnya, ada konsumen lain serta pengisian jeriken tertentu yang justru mendapat kelonggaran dan tetap dilayani,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya, Kamis (10/9/2026).
Warga dengan tegas menyatakan bahwa mereka sejatinya memahami adanya regulasi pembatasan kuota maupun aturan teknis dalam pengisian BBM. Namun, yang memicu kemarahan dan kekecewaan adalah sikap ‘pilih kasih‘ dari pegawai SPBU yang terkesan tebang pilih dalam melayani setiap pembelian.
“Jika aturan pembatasan dimaksudkan untuk pemerataan, kami tentu sangat memahami dan memaklumi. Namun, apa yang terjadi di SPBU Legung ini adalah diskriminasi murni. Kendaraan kami dibatasi dan diawasi ketat, sementara pembeli lain serta pengisian jeriken tertentu justru leluasa dilayani,” tandas YS.
Warga sangat berharap adanya transparansi yang menyeluruh serta kepatuhan mutlak SPBU terhadap Prosedur Standar Operasional (SOP) dalam pendistribusian BBM, sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah dan PT Pertamina (Persero).
Hingga laporan ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Legung masih belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan perbedaan perlakuan dalam layanan maupun mekanisme penyaluran BBM di tengah situasi kelangkaan ini.