TRENDING
MENU

Warga Semanding Lestarikan Tradisi Nyadran dan Kirab Budaya, Hormati Jejak Leluhur

2 menit membaca
Asrofi
Blitar, Kebudayaan - 20 Apr 2026

BLITAR – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pepundem Makam Mbah Ronggo, Kamis (16/4/2026). Ratusan warga Dusun Semanding, Desa Kotes, Kecamatan Gandusari, berkumpul untuk melaksanakan tradisi Nyadran sebagai bagian dari rangkaian ritual tahunan Bersih Dusun.

Kegiatan ini menjadi pembuka menuju puncak acara yang digelar melalui Kirab Budaya pada Minggu (19/4/2026).

Bagi masyarakat setempat, sosok Mbah Ronggo dikenal sebagai pambuka desa, yakni tokoh yang pertama kali membuka hutan (babat alas) hingga berdirinya Dusun Semanding.

BACA JUGA  SMAN 1 Ponggok Luluskan 327 Siswa, Sekolah Larang Konvoi: Pilih Rayakan dengan Berbagi

Tradisi Nyadran yang digelar di makam tersebut bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan dan rasa syukur atas jasa para pendahulu.

Tradisi Senin Pahing Semanding Blitar, Nyadran dan Doa Tolak Bala.

Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama dan tabur bunga yang diikuti warga sejak pagi hari.

“Ini adalah cara kami menyambung sejarah. Tanpa perjuangan Mbah Ronggo, Dusun Semanding tidak akan ada,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Kemeriahan tradisi berlanjut pada Minggu (19/4/2026) melalui Kirab Budaya Dusun Semanding. Seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia, turut ambil bagian dalam arak-arakan budaya.

BACA JUGA  Kapolres Blitar Resmikan Taman Lalu Lintas di Warung Bambu Barokah Gandusari Kabupaten Blitar

Warga mengenakan pakaian adat dan membawa berbagai hasil bumi sebagai simbol rasa syukur.

Salah satu daya tarik utama dalam kirab ini adalah gunungan hasil pertanian yang melambangkan kesuburan tanah serta kemakmuran masyarakat.

Secara administratif, kegiatan berlangsung pada April 2026. Namun secara adat, pelaksanaannya mengikuti penanggalan Jawa.

Tradisi Bersih Dusun Semanding wajib dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Selo, tepatnya pada hari Senin Pahing. Hari tersebut dipercaya sebagai waktu yang baik untuk memanjatkan doa keselamatan dan menolak bala.

BACA JUGA  Satpol PP Blitar Perketat Pengawasan Rokok Ilegal Lewat DBHCHT 2026

Kepala Desa Kotes, Maryana, SE, mengapresiasi kekompakan warga dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia menyebut, seluruh rangkaian acara terlaksana berkat swadaya masyarakat dan semangat kebersamaan yang masih kuat.

“Kirab ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Nilai gotong royong masih terjaga dan harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Ia berharap tradisi ini tetap dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Dusun Semanding.

Penulis

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan