Isak tangis haru Mbah Sukimin pecah saat lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta usai diputar. Keheningan malam berubah menjadi momen bersejarah bagi warga RT 03/RW 01 Dusun Baos.REPORTASE NEWS, Blitar — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti acara Malam Tirakatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang digelar oleh warga RT 03 / RW 01 Dusun Baos, Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Minggu malam (16/8/2026).
Acara doa bersama yang biasanya berlangsung sederhana ba’da Maghrib, tahun ini terasa sangat berbeda dan menggetarkan hati seluruh warga yang hadir. Perbedaan mendalam tersebut bermula ketika Ketua RT setempat, Heri Suyanto, meminta acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama, lalu dilanjutkan dengan Mengheningkan Cipta diiringi musik yang syahdu.
Momen inilah yang menjadi puncak kepiluan sekaligus kebanggaan malam ini. Suasana yang mendadak hening dan sarat penghormatan membuat Mbah Sukimin, seorang sesepuh desa yang bertugas membacakan doa, tak kuasa menahan air matanya. Tangisnya pecah terisak di hadapan tumpukan berkat yang dibawa warga.
“Seumur hidup saya tinggal di dusun ini, baru kali ini saya merasakan malam tirakatan yang begitu menyentuh jiwa. Saya benar-benar tak mampu menahan diri dan air mata,” tutur Mbah Sukimin penuh haru di sela-sela usap air matanya.
Menurut Mbah Sukimin, selama berpuluh-puluh tahun penyelenggaraan malam tirakatan di lingkungannya, acara biasanya hanya diisi dengan doa bersama dan ramah tamah singkat. Kehadiran prosesi penghormatan yang penuh khidmat pada tahun ini mengetuk relung hatinya yang paling dalam, menghadirkan rasa haru dan jiwa nasionalisme yang begitu pekat.
Isak tangis Mbah Sukimin pun dengan cepat menjalar ke seluruh warga yang hadir di bawah tenda sederhana lingkungan RT 03. Banyak warga, baik tua maupun muda, yang turut mengusap air mata menyaksikan ketulusan sang sesepuh desa.
Ketua RT 03, Heri Suyanto, menyampaikan bahwa perubahan tata cara tasyakuran ini memang dirancang untuk menumbuhkan kembali rasa memiliki, menghargai jasa pahlawan, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga di tingkat RT.
Meskipun digelar secara sederhana dengan beralaskan tikar dan sajian tampah berkat hidangan bawaan dari rumah masing-masing warga, semangat persatuan dan rasa cinta tanah air warga Dusun Baos malam itu terpancar amat kuat dan akan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan.