SURABAYA — Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) meneguhkan arah pengembangan institusi menuju kampus unggul berdaya saing global melalui Pidato Ilmiah Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSI), Prof. Dr. Mohammad Nuh, pada agenda Pidato Tahunan Rektor bertajuk Capaian 2025 dan Sosialisasi Program Kerja 2026–2030.
Dalam pidatonya, Prof. Nuh menekankan bahwa pertumbuhan (growth) adalah karakter utama sebuah institusi yang hidup, dan karena itu harus menjadi orientasi strategis dalam pembangunan UNUSA. Namun, ia menegaskan pertumbuhan tersebut bukan hanya soal angka, tetapi mencakup kualitas, kematangan, dan nilai kemanusiaan.
“Pertumbuhan UNUSA harus dipahami secara lebih luas. Tidak hanya kuantitatif, tetapi juga kualitatif dan humanis. Lingkungan akademik harus sehat untuk tumbuh bersama,” ujar Prof. Nuh.
Ia menggarisbawahi bahwa mahasiswa adalah pusat dari proses pertumbuhan institusi. Prinsip student first, menurutnya, adalah komitmen nyata dalam tata kelola UNUSA ke depan dan bukan sebatas jargon.
Selain mahasiswa, ia menyoroti pentingnya pertumbuhan relasi sosial dan penghargaan di lingkungan dosen serta tenaga kependidikan (tendik). Nilai, prestasi, dan kontribusi setiap elemen sivitas harus dihargai secara proporsional demi membangun budaya saling dukung yang kuat.
“Jika nilai dan capaian dosen, tendik, dan mahasiswa dihargai dengan adil, maka kekompakan muncul. Dari kekompakan itulah kekuatan sebuah institusi dibangun,” jelasnya.
Prof. Nuh juga menekankan urgensi continuous improvement — dorongan untuk menjadikan setiap hari sebagai ruang belajar dan refleksi. Baginya, pertumbuhan sejati adalah pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable growth), yang lahir dari pembiasaan untuk belajar, berbenah, dan percaya diri.
Keyakinan diri (self confident) disebutnya sebagai pintu masuk munculnya energi potensial yang mendorong akselerasi institusi.
“Keyakinan adalah awal dari segalanya. Katakan dengan percaya diri: We can, insyaAllah. Setelah itu barulah kita bangun mekanisme pembelajar sejati,” tuturnya.
Di bagian akhir, ia menegaskan bahwa seluruh proses pertumbuhan dan pembelajaran harus memiliki orientasi kemanfaatan sebagai tujuan akhir.
“Segala usaha akademik harus memberi manfaat. Tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi umat dan masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Pidato ilmiah tersebut menegaskan kembali positioning UNUSA sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan, kemanfaatan sosial, nilai kemanusiaan, dan kepercayaan diri, selaras dengan visi UNUSA untuk menjadi kampus unggul, modern, dan kompetitif di tingkat global.






