BLITAR – Kabar membanggakan datang dari SMAN 1 Ponggok. Sebanyak 327 siswa kelas XII yang terbagi dalam sepuluh kelas dinyatakan lulus 100 persen pada Tahun Ajaran 2025/2026.
Pengumuman kelulusan dilakukan secara daring sebagai langkah antisipatif untuk menghindari kerumunan sekaligus memudahkan akses bagi siswa dan orang tua. Kebijakan ini mendapat respons positif karena dinilai lebih tertib dan efisien.
Kepala sekolah, Nur Cahyo Hadi Sunariyo, menegaskan bahwa kelulusan seharusnya dirayakan dengan cara yang lebih bermakna. Pihak sekolah secara tegas melarang aksi konvoi kendaraan dan corat-coret seragam yang kerap terjadi setiap tahun.
“Kami mengimbau siswa untuk tidak melakukan konvoi atau aksi yang merugikan. Lebih baik seragam disumbangkan kepada yang membutuhkan, itu jauh lebih bermanfaat,” ujarnya.
Sekolah mendorong para siswa untuk menjadikan momen kelulusan sebagai ajang berbagi. Seragam yang masih layak pakai diharapkan dapat dihibahkan kepada adik kelas atau pihak yang membutuhkan, sebagai bentuk kepedulian sosial.
Langkah ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab sosial.
Selain itu, pihak sekolah memberikan pesan khusus kepada para lulusan agar tidak cepat berpuas diri. Mereka didorong untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengejar cita-cita.
Beberapa poin penting yang ditekankan:
- Melanjutkan ke Perguruan Tinggi: Baik negeri maupun swasta
- Menjaga Nama Baik Almamater: Di mana pun berada
- Terus Berkembang: Baik secara akademik maupun karakter
“Perjalanan kalian baru dimulai. Jadikan ilmu dari sekolah ini sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
SMAN 1 Ponggok juga berharap para lulusannya mampu menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui berbagai jalur seleksi yang tersedia. Sekolah optimistis, dengan bekal pendidikan dan pembinaan selama ini, para siswa siap bersaing di tingkat nasional.
Kelulusan tahun ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan di bangku SMA, tetapi juga gerbang awal menuju masa depan yang lebih luas dan penuh tantangan.






