MENU

Generasi Muda Sumenep Ubah Warisan Tradisi Jadi Konten Viral lewat Festival Musik Tong-Tong

2 menit membaca
Redaksi
Budaya, Headline, Sumenep - 18 Okt 2026

REPORTASE, SUMENEP — Suasana malam di depan Masjid Jamik Sumenep mendadak riuh dan penuh warna, Sabtu (17/10/2026). Hentakan dentuman irama musik perkusi tradisional yang khas menyebarkan energi hangat ke setiap sudut kota. Ribuan pasang mata tumpah ruah, terhipnotis oleh pertunjukan megah dalam gelaran Festival Musik Tong-Tong se-Madura.

​Suasana kian hidup ketika ribuan pengunjung, yang didominasi oleh generasi muda, tidak sekadar hadir sebagai penonton pasif. Dengan gawai di genggaman, jemari mereka sigap mengabadikan setiap momen dan hentakan irama, lalu membagikannya secara masif ke berbagai platform media sosial.

​Fenomena ini menjadi bukti nyata kesuksesan gerakan “Nongtong Bareng”, sebuah aksi serentak yang mengajak para penikmat budaya untuk menjadi kreator konten langsung dari lokasi acara. Musik tradisional yang erat dengan warisan leluhur kini tampil kekinian, menyatu harmonis dengan tren digital masa kini. Mulai dari siaran langsung (live streaming), cerita pendek di Instagram (Instagram Stories), hingga video berdurasi singkat di TikTok, gelombang unggahan tentang musik tong-tong sukses membanjiri lini masa.

BACA JUGA  Demo di Polres Sumenep Iringi Penanganan Kasus Dugaan Pencabulan Anak

​Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menjelaskan bahwa gerakan “Nongtong Bareng” memang dicanangkan khusus untuk merangkul kaum muda agar aktif mendokumentasikan serta mempromosikan kekayaan budaya lokal ke ruang publik digital.

​“Melalui gerakan ini, kami ingin masyarakat ikut menyukseskan kampanye digital dengan membuat dan membagikan konten kreatif seperti video pendek, cerita media sosial, hingga siaran langsung di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube,” ujar Indra Wahyudi.

​Indra memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi kampanye digital yang tercipta. Menurutnya, pemanfaatan ruang digital sangat efektif untuk memperluas jangkauan audiens, sehingga seni musik tong-tong semakin dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.

​“Mari jadikan Kabupaten Sumenep sebagai panggung internasional atraksi budaya musik tong-tong melalui kampanye digital yang kita lakukan secara bersama-sama,” tegasnya.

​Melalui perpaduan antara kemegahan tradisi lokal dan pemanfaatan teknologi digital masa kini, Festival Musik Tong-Tong se-Madura tidak hanya sukses menjadi hiburan rakyat yang meriah, tetapi juga memperkuat posisi Kabupaten Sumenep sebagai pusat pelestarian dan panggung atraksi budaya unggulan di Madura.

BACA JUGA  Satresnarkoba Polres Sumenep Amankan Tersangka dan 32 pocket Sabu di Sapeken

 

 

 

 

Author

Bagikan Disalin