MENU

Sambut Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Muslim dan Sarung

2 menit membaca
Mahmudi
Headline, Pemerintahan, Sumenep - 18 Okt 2026

REPORTASE, SUMENEP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai non-ASN di lingkungan pemerintah daerah setempat untuk mengenakan pakaian santri selama empat hari, mulai tanggal 19 hingga 22 Oktober 2026. Kebijakan ini dikeluarkan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Instruksi tersebut tertuang resmi dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sumenep Nomor 41 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Santri Nasional. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas peran historis para santri serta ulama dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
​

Dalam petunjuk teknis berpakaian, pegawai laki-laki diwajibkan mengenakan sarung, baju muslim berlengan panjang berwarna putih, serta peci hitam. Sementara itu, bagi pegawai perempuan diwajibkan menggunakan bawahan sarong bine’, atasan baju kurung polos berwarna putih, dan kerudung atau burgu’ putih.
​Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar formalitas tahunan atau simbolis semata, melainkan sarana untuk menegaskan kembali nilai-nilai keagamaan, kejujuran, kesederhanaan, serta kebersamaan dalam pelayanan publik.

“Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneladani nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan yang diwariskan para santri dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati Achmad Fauzi, Minggu (18/10/2026).​

Meskipun demikian, Pemkab Sumenep memberikan pengecualian bagi pegawai yang menjalankan tugas teknis dan operasional lapangan agar pelayanan publik tetap berjalan optimal dan tidak terganggu.

​Pegawai yang dikecualikan dari aturan busana santri meliputi personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan (Dishub), serta tenaga kesehatan yang bertugas langsung di rumah sakit dan puskesmas. Kelompok pegawai tersebut tetap mengenakan pakaian dinas operasional sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA  Demokrat Resmi Dukung Achmad Fauzi Wongsojudo-KH. Imam Hasyim di Pilkada Sumenep 2024

​Rangkaian peringatan HSN 2026 di Kabupaten Sumenep mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” dan akan ditutup dengan pelaksanaan Upacara Bendera pada Kamis (22/10/2026) di halaman Kantor Bupati Sumenep.

BACA JUGA  Polsek Lenteng, Fasilitasi Penyelesaian Kasus Dugaan Pencurian dan Pelecehan di Desa Ellak Daya

​Bupati berharap, semangat dan keteladanan para santri dapat diserap oleh seluruh jajaran aparatur pemerintah daerah.

​“Melalui kebijakan ini, kami berharap nilai kesederhanaan, keikhlasan, kedisiplinan, serta semangat perjuangan para santri dapat menginspirasi seluruh aparatur dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

BACA JUGA  Ribuan Warga Sumenep Padati Jalan Thamrin, Yayasan Bani Insan Peduli Gelar Aksi Sosial

Penulis

Bagikan Disalin