
MALANG – Seorang pria lanjut usia berinisial GS (77), warga Kelurahan Polowijen, Kota Malang, ditemukan meninggal dunia di jalur rel kereta api kawasan Jalan Sembilang, Rabu (22/7) pagi. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 05.38 WIB di jalur rel Kilometer 438+900. Saat itu, kereta api Arjuna Ekspres 66F tengah melintas dari Stasiun Malang menuju Surabaya.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, mewakili Kapolsek Blimbing Kompol Enggarani Laufria, menjelaskan bahwa kejadian pertama kali diketahui setelah penjaga perlintasan kereta api di bawah flyover menerima laporan dari warga mengenai adanya seseorang yang diduga menjadi korban kecelakaan di jalur rel.
Menindaklanjuti informasi tersebut, saksi bersama warga mendatangi lokasi dan mendapati korban telah berada di sisi timur rel dalam kondisi meninggal dunia. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas Polsek Blimbing, Tim Inafis Polresta Malang Kota, serta tim evakuasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSSA Malang untuk menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi yang kini menjadi salah satu barang bukti penting. Rekaman tersebut sedang dianalisis oleh penyidik guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan penyebab kejadian.
Polisi menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan seluruh informasi akan didasarkan pada hasil pemeriksaan serta alat bukti yang sah. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi hingga penyelidikan selesai.
Catatan Redaksi: Peristiwa yang berkaitan dengan dugaan bunuh diri perlu disikapi secara bijaksana dan penuh empati. Apabila Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera bicarakan dengan keluarga, teman tepercaya, tenaga kesehatan, psikolog, atau layanan kesehatan terdekat untuk memperoleh bantuan. (rn-gm)