
Surabaya — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) mendorong penguatan kompetensi pendidik anak usia dini melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Teaching Assistance Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris sebagai Upaya Pengembangan English for Young Learners (EYL) yang Inovatif dan Berkelanjutan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 1–2 September 2026 di PPT Kuncup Melati, Pandegiling, Surabaya. Program diarahkan untuk memberikan tambahan wawasan, kapasitas, serta alternatif metode kepada Bunda PAUD dalam mengenalkan bahasa Inggris kepada anak usia dini dengan pendekatan yang aktif dan menyenangkan.
Salah satu metode yang diperkenalkan adalah Total Physical Response (TPR) Using Song, yakni pendekatan pembelajaran yang memadukan gerakan tubuh, instruksi sederhana, dan lagu dalam proses pengenalan bahasa Inggris.
Melalui pendekatan tersebut, anak tidak hanya mendengarkan dan mengucapkan kosakata bahasa Inggris, tetapi juga memberikan respons melalui gerakan. Pola pembelajaran ini memungkinkan kegiatan berlangsung secara lebih interaktif dan melibatkan anak secara langsung.
Penggunaan lagu dan gerakan dalam pembelajaran juga disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini yang belajar melalui aktivitas bermain, meniru, bergerak, dan bernyanyi. Dengan pendekatan tersebut, Bunda PAUD memiliki alternatif untuk menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang tidak terpaku pada aktivitas duduk dan menghafal.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin Novi Rahmania Aquariza sebagai ketua tim. Nabila Putri Ramadhani, alumni UNUSA, turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan penguatan materi dan praktik pembelajaran English for Young Learners.
Program tersebut juga melibatkan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris sebagai bagian dari kegiatan pengabdian sekaligus program Teaching Assistance. Keterlibatan mahasiswa memberikan ruang bagi mereka untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan pembelajaran bahasa Inggris secara langsung di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, para Bunda PAUD diperkenalkan pada strategi pembelajaran yang dapat diterapkan melalui kombinasi lagu dan gerakan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan metode dalam mengenalkan bahasa Inggris kepada anak sesuai dengan karakteristik pembelajaran usia dini.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas pendidik PAUD dan memberikan pengalaman pembelajaran berbasis praktik kepada mahasiswa.
Melalui metode TPR Using Song, pembelajaran bahasa Inggris ditempatkan dalam aktivitas yang melibatkan gerak, lagu, dan partisipasi anak. Pendekatan tersebut diharapkan mendukung pengembangan English for Young Learners yang inovatif dan berkelanjutan di lingkungan PAUD.
Program pengabdian yang berlangsung selama dua hari tersebut mempertemukan unsur perguruan tinggi, mahasiswa, pendidik PAUD, dan lingkungan pendidikan anak usia dini dalam satu kegiatan penguatan pembelajaran bahasa Inggris.
(rn-ha)