
Surabaya — Penguatan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) terus dikembangkan melalui pendekatan yang aktif dan kontekstual. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan permainan sirkuit bagi guru SDN Sidotopo 1 Surabaya, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan bertajuk pelatihan permainan sirkuit untuk menumbuhkan karakter kerja sama tersebut diikuti tujuh guru PJOK dan guru kelas. Program ini diarahkan untuk membekali pendidik dengan alternatif metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga mengembangkan kemampuan sosial siswa.
Materi pelatihan disampaikan Dr. Sunanto, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), FKIP Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep pendidikan jasmani, pentingnya pendidikan karakter, serta cara merancang permainan yang mampu menggabungkan aktivitas fisik dengan nilai-nilai sosial, khususnya kerja sama.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan. Para guru secara langsung mencoba sejumlah permainan sirkuit yang membutuhkan komunikasi, kekompakan, tanggung jawab, dan kemampuan saling membantu dalam menyelesaikan tantangan.
Pendekatan praktik tersebut memberikan pengalaman kepada guru untuk memahami bagaimana sebuah permainan dapat dirancang dan disesuaikan dengan usia, kemampuan, serta karakteristik siswa.
Selain praktik, kegiatan juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman. Para guru berdiskusi mengenai penerapan permainan sirkuit dalam pembelajaran PJOK, termasuk aspek keamanan, tingkat kesulitan, daya tarik permainan, serta kemungkinan modifikasi sesuai kondisi sekolah.
Evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan metode permainan. Dengan demikian, aktivitas yang diterapkan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebugaran fisik siswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sosial.
Melalui kegiatan tersebut, guru didorong untuk menghadirkan pembelajaran PJOK yang lebih aktif, menyenangkan, dan kolaboratif. Permainan sirkuit dapat menjadi media bagi siswa untuk belajar berkomunikasi, menghargai peran teman, bertanggung jawab terhadap tugas, serta bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
Penguatan karakter melalui aktivitas fisik dinilai penting karena proses pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Pengalaman bekerja dalam kelompok melalui permainan juga dapat menjadi bagian dari pembentukan sikap dan kebiasaan positif siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pelatihan di SDN Sidotopo 1 Surabaya diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas penggunaan metode pembelajaran PJOK yang mengintegrasikan kebugaran jasmani dengan pendidikan karakter, khususnya nilai kerja sama sejak usia sekolah dasar. (rn-ha)