TRANSPARANSI PROYEK: Papan Informasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dipasang di lokasi pembangunan jaringan irigasi Desa Duren, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Proyek swakelola bernilai Rp195 juta dari dana APBN 2026 yang dilaksanakan oleh HIPPA Karya Bakti Jaya ini kini progresnya telah mencapai 30 persen.REPORTASE NEWS, Blitar – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Duren, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, menunjukkan perkembangan yang positif. Proyek yang dikerjakan secara swakelola oleh himpunan petani pemakai air ini tercatat telah berjalan dengan lancar dan mencapai progres fisik sekitar 30 persen.
Ketua HIPPA Karya Bakti Jaya Desa Duren, Mahfud, menyampaikan bahwa seluruh tahapan pekerjaan sejauh ini berjalan dengan baik tanpa kendala berarti. Pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi ini tepat waktu demi mengoptimalkan pasokan air bagi lahan pertanian warga.
“Alhamdulillah, progres pekerjaan saat ini sudah berjalan dengan baik dan mencapai kisaran 30 persen. Kami terus berupaya memaksimalkan pengerjaan agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh para petani di Desa Duren,” ujar Mahfud saat ditemui di lokasi proyek.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Duren, Sudirman, juga tampak aktif turun langsung ke lapangan untuk memantau jalannya pembangunan. Kehadiran pihak pemerintah desa ini bertujuan untuk memastikan bahwa mutu, spesifikasi, dan pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
“Kami dari pemerintah desa rutin melakukan monitoring guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai yang diharapkan. Program ini sangat vital bagi peningkatan produktivitas pertanian warga, sehingga kualitas pembangunannya harus benar-benar terjaga,” tegas Kades Sudirman.
Sebagai informasi, proyek peningkatan tata guna air irigasi di Daerah Irigasi (DI) Duren ini bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan dengan nilai anggaran Rp195.000.000,- ini dilaksanakan secara swakelola dengan waktu pengerjaan selama 60 hari kalender, terhitung sejak 22 Juni 2026 hingga 20 Agustus 2026 mendatang.