Kades Rifa’i Pantau Langsung Progres Saluran Irigasi Pertanian di Kecamatan Nglegok.REPORTASE NEWS, Blitar – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 ini kini tengah dikebut pengerjaannya dengan pengawasan ketat dari unsur masyarakat setempat.
Kegiatan yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp. 195.000.000,- (seratus sembilan puluh lima juta rupiah) ini dilaksanakan dengan sistem swakelola. Artinya, seluruh pengerjaan dilakukan langsung oleh kelompok masyarakat, dalam hal ini HIPPA Sumber Makmur, tanpa melibatkan pihak ketiga atau kontraktor.
Ketua HIPPA Sumber Makmur, Sukron, yang merupakan warga asli setempat, terjun langsung memimpin jalannya pekerjaan di lapangan. Menurut Sukron, sistem swakelola dipilih untuk memastikan bahwa kualitas bangunan irigasi benar-benar terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani.
“Kami bekerja sama bahu-membahu dengan seluruh anggota kelompok untuk memastikan hasil kerja yang maksimal sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan,” ujar Sukron saat ditemui di lokasi proyek.
Komitmen pengerjaan ini juga mendapat perhatian dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Dayu. Kepala Desa Dayu, Rifa’i, terpantau aktif memantau langsung jalannya pekerjaan di lapangan. Kehadiran Kades ini bertujuan untuk memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, yakni selama 60 hari kalender, dimulai sejak 22 Juni 2026 hingga 21 Agustus 2026.
Hingga saat ini, progres pembangunan irigasi tersebut dinilai berjalan sangat baik. Sinergi antara kelompok HIPPA dan dukungan penuh dari perangkat desa menjadi kunci keberhasilan percepatan program di lapangan. Diharapkan, dengan selesainya pembangunan ini nantinya, distribusi air irigasi bagi lahan pertanian di Desa Dayu akan semakin lancar dan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen masyarakat setempat.