MENU

Dilantik di Pendopo Agung, Bupati Sumenep Tempatkan 4 “Pilar Baru” Ini di Posisi Paling Basah

2 menit membaca
Budi Wahono
Headline, Pemerintahan, Sumenep - 14 Jul 2026

REPORTASE NEWS, Sumenep – Langkah taktis kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menata ulang mesin birokrasinya. Bukan sekadar rutinitas rotasi biasa, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 25 pejabat administrator baru di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Senin (13/07/2026) merupakan sinyal kuat dimulainya reformasi birokrasi gelombang baru di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Langkah penyegaran ini didesain sebagai respons langsung untuk mendongkrak kualitas pelayanan publik serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa pergeseran gerbong aparatur ini murni didasarkan pada parameter kebutuhan organisasi, evaluasi rekam jejak, kompetensi individu, dan akselerasi roda pemerintahan.

“Pergeseran pejabat administrator merupakan kebutuhan organisasi yang dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja, kompetensi, serta kebutuhan pemerintahan. Kami melakukan ini sebagai bentuk penyegaran organisasi dalam tata kelola ASN, guna meningkatkan kinerja pemerintahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati Fauzi secara lugas di sela-sela prosesi sakral tersebut.

Dari 25 pejabat yang dilantik—yang mendominasi posisi Camat dan Kepala Bagian (Kabag) di Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep—terdapat empat nama krusial yang kini memikul tanggung jawab strategis:

  • Andre Zulkarnaen (Kepala Bagian Umum): Bertanggung jawab mengelola efisiensi operasional harian internal pemerintahan.
  • Suharjono (Camat Batuputih): Menjadi perpanjangan tangan bupati di garis depan pelayanan masyarakat tingkat wilayah kecamatan.
  • Faris Aulia Utomo (Kepala Bagian Tata Pemerintahan): Mengemban tugas menyelaraskan regulasi, batas wilayah, dan tata administrasi pemerintahan.
  • Abd Said (Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat): Menjadi ujung tombak program pengentasan kemiskinan, keagamaan, dan jaminan sosial kemasyarakatan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep secara tegas mengingatkan para pejabat baru bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari pembagian kursi kekuasaan, melainkan awal dari beban tanggung jawab yang jauh lebih berat. Seluruh pejabat dituntut untuk segera beradaptasi dengan ritme kerja baru, menjaga integritas, serta membangun pola komunikasi lintas perangkat daerah yang inovatif dan akuntabel.

Sistem pengawasan berkala akan terus dijalankan oleh tim internal Pemkab untuk memantau kinerja para pejabat baru ini. Jika target performa yang berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat tidak terpenuhi, maka reposisi jabatan berikutnya dipastikan akan kembali bergulir tanpa kompromi.

Bagikan Disalin