TRENDING
MENU

Optimalkan Lahan Kas Desa, Pemdes Slumbung Blitar Bangun Greenhouse Sayur Hidroponik Lewat BUMDes

2 menit membaca
Asrofi
Blitar - 03 Jun 2026

BLITAR – Pemerintah Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak perekonomian lokal. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembangunan fasilitas Greenhouse berbasis hidroponik yang dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Untuk mematangkan program tersebut, Pemerintah Desa Slumbung mengalokasikan anggaran yang cukup signifikan. Pihak desa menyertakan modal sebesar Rp180.145.000 kepada BUMDes guna mengoptimalkan pengelolaan aset dan operasional budi daya pertanian modern ini.

Kepala Desa Slumbung, Murbianto, menjelaskan bahwa proyek Greenhouse ini berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD) yang berlokasi di Dusun Slumbung RT 004 RW 002. Pemanfaatan lahan produktif ini dinilai menjadi solusi tepat dalam menghadirkan inovasi pertanian di tingkat desa.

BACA JUGA  Polres Blitar Latih Pelajar Jadi Duta Kamtibmas Tahun 2025

Fasilitas Greenhouse yang dibangun memiliki dimensi ukuran 10 meter x 28 meter. Dengan ukuran tersebut, rumah tanam modern ini dirancang mampu menampung kapasitas hingga 4.200 lubang tanam hidroponik.

Greenhouse Hidroponik Desa Slumbung Jadi Model Pengembangan Usaha dan Ketahanan Pangan.

“Kami memanfaatkan tanah kas desa agar lebih produktif. Melalui penyertaan modal kepada BUMDes, kami berharap program ketahanan pangan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga Slumbung,” ujar Murbianto.

Dalam pengoperasiannya, Greenhouse Desa Slumbung fokus pada budi daya sayuran segar berkualitas tinggi yang memiliki serapan pasar sangat baik. Terdapat tiga jenis tanaman utama yang saat ini dibudidayakan beserta patokan harga jualnya, antara lain:

  • Selada Hijau: Dipasarkan dengan harga Rp 35.000 per kilogram.
  • Selada Merah: Memiliki nilai ekonomis lebih tinggi, yakni Rp 55.000 per kilogram.
  • Sawi Pakcoy: Dijual dengan harga Rp 20.000 per kilogram.
BACA JUGA  Polres Blitar Lakukan Sertijab, Kapolres: Ini Bentuk Kepercayaan dan Regenerasi

Langkah hilirisasi atau pemasaran hasil panen dari BUMDes Slumbung ini terbilang sangat matang. Produksi sayuran hidroponik ini telah menjamin rantai pasok yang stabil dengan melayani 8 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta memasok ke beberapa rumah makan di wilayah Kecamatan Gandusari.

BACA JUGA  Membangun Kemandirian Petani: HIPPA Bina Agung Manfaatkan Dana APBN untuk Perbaikan Saluran Irigasi

Dengan manajemen yang profesional dan kepastian pasar yang telah terbentuk, program ketahanan pangan Desa Slumbung ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Blitar dalam hal kemandirian pangan dan optimalisasi peran BUMDes.

Penulis

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan