Warning: opendir(/www/wwwroot/reportasenews.net/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /www/wwwroot/reportasenews.net/wp-includes/load.php on line 981
Harkopnas ke-77, DKUPP Probolinggo Gelar Lomba Gacoran Perkutut Lokal - Reportase News
TRENDING
MENU

Harkopnas ke-77, DKUPP Probolinggo Gelar Lomba Gacoran Perkutut Lokal

3 menit membaca View : 1
Reportase
Berita, Pemerintahan - 14 Jul 2024

PROBOLINGGO, riyadlulquran.site/ – Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-77 tahun 2024, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Probolinggo bersama Gerakan Koperasi setempat menggelar Lomba Gacoran Perkutut Lokal.

Lomba yang dikemas dengan Piala Bupati Probolinggo tahun 2024 berlangsung di halaman UPT Metrologi Legal Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan, Minggu (14/7/2024).

Kegiatan ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Whestia Heri Sulistyanto, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Hary Tjahjono.

Turut memeriahkan, Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo selaku Pembina Paguyuban Pelestari dan Pecinta Perkutut Lokal Seluruh Indonesia (P4LSI) Probolinggo Raya Taufik Alami, Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Sugianto dan Forkopimka Kraksaan.

Lomba gacoran perkutut lokal ini diikuti oleh 900 orang peserta yang tidak hanya berasal dari Kabupaten dan Kota Probolinggo saja. Mereka berasal dari 7 korwil meliputi Banyuwangi, Blitar, Jember, Situbondo, Pasuruan, Lumajang dan Malang.

Kegiatan lomba gacoran perkutut lokal Piala Bupati Probolinggo yang berlangsung sehari ini dimeriahkan dengan bazar UMKM dengan menampilkan produk-produk UMKM yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda Heri menyerahkan Piala Bupati Probolinggo tahun 2024 kepada DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami. Nantinya akan diserahkan kepada pemenang lomba gacoran perkutut lokal.

Pembukaan lomba gacoran perkutut lokal Piala Bupati Probolinggo tahun 2024 ini ditandai dengan pelepasan burung perkutut oleh Pj Sekda Heri didampingi Kepala DKUPP Taufik Alami, Staf Ahli Hary Tjahjono, Ketua Dekopinda Sugianto dan Forkopimka Kraksaan.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto menyampaikan apresiasi kegiatan lomba gacoran perkutut lokal. Sebab selama ini sudah jarang dilakukan lomba perkutut lokal dan sudah lama tidak dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo.

“Semoga dengan lomba ini akan menumbuhkan peternak-peternak perkutut yang diharapkan menjadi pemacu dan pendorong lahirnya peternak perkutut yang bisa memberikan tambahan penghasilan,” katanya.

Pj Sekda berharap lomba gacoran perkutut lokal ini mampu menumbuhkan sektor UMKM yang ada di Kabupaten Probolinggo. Karena dengan adanya lomba tentunya akan menggeliatkan sektor UMKM di Kabupaten Probolinggo.

“Selamat bertanding dan berlomba. Semoga kerukunan ini mampu membawa keberkahan buat kita semua,” tutupnya.

Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami mengungkapkan, lomba gacoran perkutut lokal dalam rangka memperingati Harkopnas ke-77 bertujuan menyambung tali silaturahim dan persaudaraan komunitas penggemar perkutut lokal se-Jawa Timur.

“Event ini sebagai kekuatan dasar dan bahan pijakan dasar bagi kami untuk meningkatkan pemberdayaan Masyarakat,” ujarnya.

Melalui komunitas ini Taufik mengharapkan muncul wirausaha-wirausaha baru yang berkaitan dengan komunitas penggemar perkutut lokal.

Banyak hal yang akan disentuh dan dilakukan yang pada dasarnya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Mudah-mudahan tahun depan kegiatan ini akan lebih meriah dan akan melibatkan banyak komunitas-komunitas lain,” harapnya.

Menurut Taufik, perkutut lokal itu dari penggemarnya sudah berbeda karena komunitasnya meliputi seluruh kalangan mulai dari berbagai jenis usaha ada petani, pedagang, welijo dan bengkel.

Istilahnya, lanjut dia, tidak membuat pemilik akan kesulitan dalam memeliharanya. Mudah dipelihara dan tidak rewel, tetapi suaranya menimbulkan keunikan dan ketenangan.

“Ada ciri khas pada burung-burung tertentu yang akan disukai oleh penggemar tertentu serta berunsur klenik dan kami akan melestarikan budaya Nusantara,” pungkasnya.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *