KOTA BLITAR – Menyambut momentum Idul Adha 2026, aparat kepolisian memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap aman. Polres Blitar Kota melalui jajaran Satreskrim melakukan inspeksi langsung ke sejumlah titik distribusi BBM dan LPG bersubsidi.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi menjelang hari raya, sekaligus mencegah potensi penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi barang subsidi.
Dipimpin oleh Yuno Sukaito, tim melakukan pengecekan di sejumlah SPBU, salah satunya SPBU Kebonrojo.
Hasilnya, ketersediaan BBM bersubsidi dinyatakan dalam kondisi aman:
- Pertalite: 22.000 liter
- Bio Solar: 10.000 liter
“Stok BBM masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Idul Adha,” tegas Iptu Yuno.
Sementara itu, untuk LPG 3 kg atau gas melon, pemantauan dilakukan di pangkalan wilayah Kota Blitar.
Meski stok sempat kosong saat pengecekan, distribusi dari agen tetap berjalan rutin dengan jadwal pengiriman tiga kali dalam sepekan.
Harga di tingkat pangkalan juga terpantau stabil di kisaran Rp18.000 per tabung, sesuai ketentuan.
Dari hasil sidak, aparat memastikan tidak ditemukan indikasi pelanggaran, baik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.
Pengawasan juga diperluas hingga sektor usaha. Salah satunya di Café Kalapadi yang telah menggunakan LPG non-subsidi, sesuai aturan pemerintah.
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami pastikan distribusi aman dan stok mencukupi. Tidak perlu panic buying,” tegas petugas.
Dengan pengawasan ketat dari Polres Blitar Kota, masyarakat diharapkan dapat menjalani perayaan Idul Adha dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi.






