BLITAR – Lonjakan harga material konstruksi mulai berdampak nyata pada perencanaan pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini melakukan penyesuaian serius terhadap sejumlah proyek strategis agar tidak berisiko tersendat di tengah jalan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan review menyeluruh terhadap dokumen perencanaan, khususnya pada komponen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi pasar terkini.
Menurutnya, meski tidak semua harga mengalami lonjakan signifikan, beberapa material penting menunjukkan tren kenaikan yang cukup terasa, terutama yang berkaitan dengan bahan turunan minyak.
“Yang mengalami penyesuaian itu seperti cat, pipa, dan material berbasis plastik. Ini memang tidak ekstrem, tapi cukup berpengaruh terhadap total anggaran proyek,” jelasnya.
Langkah koreksi ini dinilai krusial untuk mencegah potensi masalah di tahap pelaksanaan. Tanpa perhitungan anggaran yang realistis, proyek pembangunan berisiko terhambat bahkan gagal berjalan akibat ketidaksesuaian harga di lapangan.
PUPR Blitar tidak ingin mengulang persoalan klasik pembangunan yang tersendat akibat selisih antara perencanaan dan realisasi.
“Kalau tidak disesuaikan sejak awal, bisa berpotensi menimbulkan kendala saat pekerjaan fisik dimulai,” tambahnya.
Setelah proses review rampung, seluruh dokumen akan segera diserahkan ke Badan Layanan Pengadaan (BLP) untuk memasuki tahapan berikutnya, yakni proses tender proyek.
Pemkab Blitar menargetkan proses ini berjalan cepat agar pembangunan tidak tertunda terlalu lama.
“Harapan kami minggu depan sudah bisa masuk tahap lelang. Jadi proyek strategis tetap bisa berjalan sesuai jadwal,” tegas Agus Zaenal.
Di tengah dinamika harga material, pemerintah daerah memastikan kualitas pembangunan tetap menjadi prioritas utama. Penyesuaian anggaran dilakukan bukan untuk mengurangi spesifikasi, melainkan menjaga agar proyek tetap sesuai standar tanpa mengorbankan mutu.
Langkah ini menjadi strategi adaptif Pemkab Blitar dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang berdampak hingga ke sektor konstruksi daerah.
Dengan perencanaan yang lebih akurat, diharapkan seluruh proyek strategis dapat berjalan tepat waktu, tepat biaya, dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.






