SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat sektor pertanian melalui percepatan program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP). Program ini ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi bagi petani, khususnya di wilayah lahan kering.
Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, menegaskan bahwa HDDAP memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani lokal.
“HDDAP merupakan program penting dalam mendorong pengembangan hortikultura yang adaptif terhadap kondisi lahan kering, sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya saat Rapat Koordinasi HDDAP di Kantor Bupati, Kamis (16/04/2026).
Program HDDAP tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menyasar penguatan ekosistem pertanian secara menyeluruh.
Mulai dari:
- Penyediaan benih unggul
- Penerapan teknologi pertanian
- Penguatan kelembagaan petani
- Hingga hilirisasi produk
Langkah ini diharapkan mampu mendorong petani bertransformasi dari pola tradisional menuju sistem pertanian modern yang berorientasi pasar.
“Kami ingin petani tidak hanya bertani, tetapi juga memiliki jiwa bisnis agar mampu bersaing dan mandiri,” tambahnya.
Kabupaten Sumenep menjadi salah satu dari 13 daerah di Indonesia yang dipercaya menjalankan program HDDAP, dengan fokus pada tiga komoditas utama:
- Pisang
- Bawang merah
- Cabai rawit
Pengembangan komoditas tersebut tersebar di lima kecamatan:
- Batuputih (pisang)
- Ambunten & Rubaru (cabai)
- Guluk-Guluk & Pasongsongan (bawang merah)
Berdasarkan pemetaan, pengembangan komoditas dibagi dalam beberapa klaster:
- Pisang (Batuputih): 2 klaster, luas 32,53 hektare
- Bawang merah:
- Guluk-Guluk: 4 klaster (49,77 ha)
- Pasongsongan: 7 klaster (53,94 ha)
- Cabai rawit:
- Ambunten: 2 klaster (62,87 ha)
- Rubaru: 16 klaster (112,28 ha)
Wabup menegaskan, keberhasilan HDDAP tidak hanya diukur dari peningkatan hasil panen, tetapi dari terciptanya sistem pertanian yang kuat dan berkelanjutan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun sistem pertanian yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan,” tegas Imam Hasyim.
Pemkab Sumenep juga menekankan pentingnya sinergi antara:
- Pemerintah
- Sektor swasta
- Kelompok tani
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadikan petani sebagai subjek utama dalam pembangunan pertanian daerah.
“Program ini harus menjadi ruang kolaborasi nyata agar petani benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkasnya.






