TRENDING
MENU

Bikin Kaget Pengunjung, Ini Harapan Besar Pemkab Sumenep di Panggung Madura Ethnic Carnival

2 menit membaca
Mahmudi

REPORTASE, Sumenep – Madura Ethnic Carnival (MEC) kembali hadir sebagai ruang ekspresi seni dan benteng pelestarian budaya lokal Kabupaten Sumenep. Perhelatan yang berlangsung di kawasan bersejarah Labang Mesem Keraton Sumenep ini menyuguhkan ragam kreativitas masyarakat dalam memperkenalkan identitas budaya Madura ke khalayak luas.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumenep, K.H. Imam Hasyim, menegaskan pentingnya keberadaan MEC untuk menjaga keberlanjutan tradisi lokal di tengah pesatnya perkembangan zaman.

“Madura Ethnic Carnival ini adalah wadah pelestarian budaya, karena melalui kegiatan ini kita ingin budaya Madura terus hidup, dikenal luas, dan diwariskan kepada generasi penerus di tengah perkembangan zaman,” ujar Imam Hasyim, Sabtu (19/9/2026).

Ia menyampaikan bahwa Madura memiliki beragam kekayaan budaya, mulai dari pakaian adat, kesenian, hingga tradisi unik yang menjadi identitas masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku dalam menjaga dan mengembangkan budaya. Harapannya, warisan budaya kita tidak hanya menjadi sejarah, melainkan tetap hidup dan berkembang,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep mengapresiasi para peserta, seniman, komunitas budaya, dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Kemasan acara yang adaptif dan modern dinilai berhasil menyajikan keindahan seni tanpa mengikis nilai-nilai tradisional.

BACA JUGA  Semarak Bung Karno, Musik Tong-Tong Gairah Kebudayaan Masyarakat Madura

Selain sebagai sarana edukasi dan pelestarian, MEC diproyeksikan menjadi media promosi efektif untuk mengangkat potensi daerah. Antusiasme pengunjung dan wisatawan lintas daerah menjadi peluang besar dalam menggerakkan sektor ekonomi kreatif serta pariwisata Sumenep.

BACA JUGA  Peringati HUT ke-79 TNI, Dandim Lumajang Tekankan Kebhinekaan dan Persatuan

Guna memastikan keberlanjutan agenda tahunan ini, pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas, seniman, dan pelaku usaha.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga budaya bersama-sama. Jadikan budaya sebagai identitas, kebanggaan, dan kekuatan untuk membangun daerah,” pungkas Imam Hasyim.

Bagikan Disalin