TRENDING
MENU

Deklarasi Yakuza Maneges Ngawi, Bupati Tekankan Integritas dan Sinergi dalam Pengabdian

4 menit membaca
Gus Mahfud

Ngawi — Organisasi sosial-spiritual Yakuza Maneges Wilayah Ngawi resmi mendeklarasikan keberadaannya pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Notosuman Hall, Kabupaten Ngawi. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta pimpinan lintas organisasi masyarakat.

 

Dalam agenda tersebut, sambutan Ketua Yakuza Maneges Wilayah Ngawi disampaikan Tim Lawyer Yakuza Maneges Ngawi, Imam Sampurno, yang juga mewakili Inisiator, Pendiri, sekaligus Pimpinan Pusat Yakuza Maneges, Den Gus Thuba Topo Broto Maneges.

 

Imam menjelaskan bahwa kehadiran Yakuza Maneges di Ngawi diarahkan sebagai wadah perubahan, pembinaan moral, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menyebut organisasi tersebut berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek.

 

“Kami tegaskan bahwa Organisasi Yakuza Maneges lahir bukan sekadar tempat berkumpul dan bergaya, tetapi sebagai ruang perubahan, pembinaan, dan pengabdian,” ujar Imam.

 

Dalam deklarasinya, Yakuza Maneges Ngawi menyatakan komitmen merangkul masyarakat marjinal yang disebut sebagai “santri jalur kiri”. Organisasi tersebut juga menyatakan mengedepankan pendekatan keadilan restoratif dalam penyelesaian potensi konflik.

BACA JUGA  Implementasi Gerakan Indonesia ASRI, DLH Sumenep Fokus Bersihkan Ruas Jalan Utama Kota

 

“Kami bergerak dengan mengedepankan restorative justice on the track. Kami tidak langsung menempuh jalur pidana yang kaku, tetapi memastikan adanya pertanggungjawaban langsung dari pelaku kepada korban demi tercapainya keadilan substantif,” jelas Imam.

 

Yakuza Maneges Ngawi menyebut tiga pilar utama yang menjadi arah organisasinya, yakni menjadi penjaga bagi kelompok lemah, pembela bagi yang benar, serta pembenah bagi yang salah. Organisasi tersebut juga menyatakan diri sebagai organisasi non-partisan dan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, lembaga hukum, media massa, organisasi masyarakat, serta perguruan silat.

 

Dari sisi internal, anggota diwajibkan mematuhi kode etik dan menjaga nama baik organisasi. Penggunaan nama maupun atribut Yakuza Maneges untuk kepentingan pribadi, tindak kriminal, politik praktis, demonstrasi, dan kampanye politik dinyatakan dilarang.

 

Ketua Umum Yakuza Maneges, Hari Simplek, mengatakan deklarasi di Ngawi merupakan pelaksanaan keempat dalam rangkaian konsolidasi nasional. Seluruh kepengurusan wilayah ditargetkan menyelesaikan deklarasi sebelum Januari 2027.

 

“Deklarasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar membangun gerakan sosial-spiritual yang matang, terarah, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat tanpa ada unsur politik apa pun,” tegas Hari.

 

BACA JUGA  Dinamika Politik Banyuwangi, Ada Apa dengan Partai Gerindra dan Nasdem

Hari juga meminta anggota menjalankan organisasi dengan orientasi pengabdian dan tidak menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

 

“Yakuza Maneges dibangun atas dasar pengabdian. Jika tidak siap berbuat baik dan hanya mencari keuntungan pribadi, silakan keluar dari organisasi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarelemen masyarakat. Menurutnya, upaya memperjuangkan kebaikan membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan secara parsial.

 

“Silaturahmi ini terus kita jaga, karena kita meyakini bahwa sesuatu yang baik, yang benar, itu perlu diperjuangkan. Dan tidak bisa kita jalan sendiri-sendiri, butuh suatu organisasi, butuh suatu kekuatan, sinergi, kolaborasi,” ujar Ony Anwar.

 

Bupati juga menilai organisasi dan gerakan sosial harus tetap berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan serta berjalan berdasarkan nilai agama, kemanusiaan, dan koridor hukum.

 

Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan organisasi secara tertib agar niat baik dapat menghasilkan dampak nyata.

BACA JUGA  Insiden Mengejutkan di Peluncuran Perdana MBG Blitar: Siswa Temukan Ulat di Makanan Gratis

 

“Niatan yang baik kalau tidak terorganisir dengan baik, itu akan kalah dengan kebatilan yang terorganisir. Maka dari itu, kita harus terus mengevaluasi, memonitoring, introspeksi terus, melihat ke dalam internal kita,” tuturnya.

 

Pemerintah Kabupaten Ngawi, dalam kesempatan tersebut, menyatakan kesiapan mendukung program-program positif yang diusung Yakuza Maneges.

 

Bupati kemudian menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga integritas melalui ungkapan Jawa, “Nek clutak aja galak, nek galak aja clutak.” Pesan tersebut disampaikan dalam konteks komitmen organisasi agar keberanian dan pergerakan tetap disertai integritas.

 

Puncak deklarasi ditandai dengan penyerahan pataka Yakuza Maneges dari Den Gus Thuba kepada Riyantono Gempol selaku Ketua Yakuza Maneges Ngawi. Prosesi tersebut menjadi simbol penyerahan amanah kepemimpinan dan komitmen pengabdian organisasi di wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya.

 

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan pimpinan Yakuza Maneges, Den Gus Thuba, jajaran pemerintah daerah, Ketua DPRD Ngawi, serta unsur Forkopimda.

 

Penulis: rn-gm

 

Kategori: Nasional, Pemerintahan, Sosial, Organisasi, Kemasyarakatan, Keagamaan, Jawa Timur

Bagikan Disalin