
Jayapura — Sebanyak 77 mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen), diberangkatkan untuk menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Pelepasan mahasiswa berlangsung di halaman Dekanat FKIP Universitas Cenderawasih, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIT. Para mahasiswa secara resmi dilepas oleh Dekan FKIP Uncen, Dr. Yan Dirk Wabiser, S.Pd., M.Hum.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan fakultas, jurusan, dan Program Studi Penjaskesrek, termasuk Wakil Dekan I Servo Patrick Kocu, S.Pd., M.A., Ph.D., Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dra. Maria Siane Tampi, M.Kes., serta Koordinator Program Studi Penjaskesrek Dr. Heppy Hein Wainggai, S.Pd., M.Hum.
Sejumlah dosen dan unsur akademik lainnya juga hadir dalam agenda pemberangkatan tersebut. Salah satunya Dr. Pahala Tua Hutajulu, S.Pd., M.Pd., dosen Penjaskesrek yang juga dikenal sebagai pelatih fisik Persipura Jayapura.
Para mahasiswa yang berasal dari angkatan 2023/2024 itu akan menjalankan program KKN selama dua pekan di Kota Sorong. Program tersebut mengangkat tema penguatan literasi gerak, kebugaran, dan kesehatan masyarakat dengan memadukan olahraga kreatif, pemanfaatan teknologi digital, serta kearifan lokal.
Fokus kegiatan diarahkan pada dua bidang utama. Pertama, program literasi gerak, kebugaran jasmani, dan coaching clinic yang menyasar pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa akan memberikan edukasi mengenai aktivitas fisik, kebugaran, pola hidup sehat, serta keterampilan gerak. Pendekatan yang digunakan diharapkan dapat membuat materi olahraga lebih mudah diterima dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Program kedua menyasar para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Mahasiswa akan terlibat dalam kegiatan sport coaching clinic serta bengkel kurikulum berbasis pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung guru dalam mengembangkan pembelajaran PJOK yang lebih aktif, inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi juga menjadi bagian dari program KKN. Pendekatan tersebut dipadukan dengan potensi serta kearifan lokal agar kegiatan pengabdian tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga memiliki relevansi dengan kondisi masyarakat setempat.
Panitia KKN Berdampak Penjaskesrek FKIP Uncen menekankan bahwa program tersebut tidak semata-mata diposisikan sebagai pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa. Kegiatan itu juga diarahkan menjadi sarana pengabdian sekaligus kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia di Tanah Papua.
“Kami datang sebagai wujud cinta kasih kami serta wujud pengabdian untuk membangun SDM di Tanah Papua,” kata perwakilan panitia KKN Berdampak Penjaskesrek FKIP Uncen.
Selama berada di Kota Sorong, para mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di lingkungan sekolah dan masyarakat.
KKN Berdampak tersebut juga menjadi bagian dari upaya FKIP Universitas Cenderawasih memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan lapangan, tetapi memberikan manfaat yang dapat dirasakan sekolah, guru, peserta didik, dan masyarakat di Kota Sorong. (rn-ha)
