Rela Basah Kuyup Sejak Subuh, Alasan Ribuan Warga Ambon Kepung Lapangan Merdeka Bikin Takjub.REPORTASE NEWS, Ambon – Fenomena fanatisme sepak bola di Kota Ambon kembali mencatatkan sejarah unik. Di bawah guyuran hujan lebat yang membasahi bumi raja-raja pada Sabtu pagi (04/07/2026), Lapangan Merdeka Ambon justru bertransformasi menjadi lautan manusia beratribut Albiceleste. Ribuan suporter fanatik tim nasional Argentina menolak beranjak demi sakralnya momentum Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia.
Gelaran akbar yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Maluku ini tidak hanya memikat hati masyarakat akar rumput, tetapi juga menjadi magnet bagi jajaran elit birokrasi. Tampak hadir di tengah riuhnya kepungan hujan, Wakil Gubernur Maluku bersama sejumlah pejabat teras Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku yang ikut membaur merasakan atmosfer ketegangan pertandingan.
Ada alasan sosiologis kuat mengapa Pemprov Maluku merancang acara ini secara masif di pusat kota. Ambon selama ini dikenal secara global memiliki basis suporter fanatik negara kontestan Piala Dunia (khususnya Argentina dan Belanda) yang sangat mengakar. Nobar ini sengaja digelar sebagai ruang katarsis sosial positif untuk menjembatani potensi gesekan antar-pendukung di jalanan.
Guna menjamin keamanan di tengah euforia yang meluap, manajemen pengamanan super ketat diterapkan secara kolaboratif. Poros pengamanan terpadu dibentuk dengan melibatkan personel TNI, Kepolisian (Polri), Dinas Perhubungan (Dishub), hingga jajaran dinas terkait dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk menyaring pergerakan massa di ring utama kota.
“Masyarakat Ambon menyambut luar biasa. Melalui nobar yang difasilitasi pemerintah ini, tensi rivalitas diubah menjadi energi silaturahmi yang hangat. Hujan sama sekali bukan halangan bagi kecintaan warga Ambon terhadap sepak bola,” ungkap salah satu koordinator lapangan.
Melalui kesuksesan gelaran subuh hingga pagi hari ini, Ambon kembali membuktikan diri kepada dunia bahwa sepak bola bukan sekadar hiburan 90 menit di layar kaca, melainkan instrumen pemersatu yang mampu mengonsolidasikan rasa kebersamaan warga lintas sektor di bawah payung sportivitas.

