TRENDING
MENU

Dari Kampus ke Industri: Mahasiswi UPN Veteran Jawa Timur Implementasikan Desain Luxury Modern melalui Program MBKM

4 menit membaca
Redaksi
Batu, Pendidikan, Video - 26 Jun 2026

REPORTASE NEWS, Batu – Dunia industri menuntut lebih dari sekadar penguasaan teori. Bagi mahasiswa desain interior, kemampuan menerjemahkan konsep menjadi solusi yang aplikatif menjadi kompetensi penting yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman langsung di lapangan.

Hal tersebut dirasakan oleh Sandrina Aulia Rahma, mahasiswi semester VI Program Studi Desain Interior Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, saat mengikuti Program Magang Mandiri Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Selama hampir empat bulan, mulai 28 Januari hingga 30 Mei 2026, Sandrina menjalani magang di ASATU Arsitek Interior, Kota Batu, Jawa Timur. Kesempatan tersebut memberinya pengalaman terlibat secara langsung dalam proses perancangan interior profesional, mulai dari tahap konsep hingga implementasi di lapangan.

Program MBKM menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memahami bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan untuk menjawab kebutuhan klien dengan mempertimbangkan aspek estetika, fungsi, dan teknis secara bersamaan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa desain arsitektur, desain interior, produksi furnitur custom, hingga konstruksi, ASATU Arsitek Interior memberikan ruang belajar yang komprehensif bagi mahasiswa untuk mengenal dinamika industri kreatif secara nyata.

Salah satu konsep desain yang banyak dipelajari Sandrina selama menjalani magang adalah Luxury Modern, sebuah pendekatan desain yang memadukan kemewahan material dengan karakter modern yang sederhana, elegan, dan fungsional.

Menurut Sandrina, pengalaman magang memberikan perspektif baru mengenai profesi desainer interior yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui proses perkuliahan.

“Program magang ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selama hampir empat bulan, saya tidak hanya belajar menerapkan konsep desain interior yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga memahami bagaimana sebuah ide diwujudkan menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan klien. Saya belajar mengenai pentingnya perencanaan, ketelitian terhadap detail, komunikasi dalam tim, serta tanggung jawab profesional dalam setiap tahapan proyek,” ujarnya.

Dalam praktiknya, konsep Luxury Modern tidak hanya berorientasi pada kemewahan visual. Pendekatan tersebut juga menekankan keseimbangan antara estetika dan fungsi melalui pemilihan material berkualitas, tata ruang yang efisien, komposisi warna yang harmonis, serta perhatian terhadap detail yang mampu meningkatkan kenyamanan pengguna.

Selama menjalani program MBKM, Sandrina terlibat dalam sejumlah proyek nyata. Salah satunya adalah perancangan interior kamar tidur remaja yang mengedepankan perpaduan furnitur bergaris sederhana, pemilihan warna elegan, dan pengaturan ruang yang mampu mengakomodasi aktivitas penggunanya secara optimal.

Ia juga berkesempatan terlibat dalam proyek rumah tinggal yang menitikberatkan pada keseimbangan fungsi dan estetika. Dalam proyek tersebut, berbagai aspek seperti sirkulasi ruang, kenyamanan penghuni, hingga pemilihan material yang memiliki daya tahan tinggi menjadi perhatian utama dalam proses desain.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa keberhasilan sebuah desain interior tidak hanya ditentukan oleh kreativitas, tetapi juga kemampuan memahami kebutuhan pengguna, bekerja sama dalam tim, serta membangun komunikasi yang baik dengan klien.

Leader & Principal ASATU Arsitek Interior, Ar. Rena Felani Al Katiri, S.T., IAI, menilai Program MBKM memberikan manfaat yang besar, baik bagi mahasiswa maupun dunia industri.

“Program MBKM menjadi wadah yang sangat baik untuk mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan industri. Selama menjalani magang di ASATU Arsitek Interior, Sandrina menunjukkan kemauan belajar yang tinggi, kemampuan beradaptasi yang baik, serta antusiasme dalam memahami proses desain dari tahap perencanaan hingga implementasi. Pengalaman seperti ini penting untuk membentuk calon desainer yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan profesional di lapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang. Dunia industri membutuhkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman nyata, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan bekerja dalam lingkungan profesional yang dinamis,” tambah Rena.

Bagi Sandrina, program magang MBKM menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan akademiknya. Selain memperluas wawasan mengenai dunia desain interior profesional, pengalaman tersebut juga membangun rasa percaya diri sekaligus mempersiapkannya menghadapi dunia kerja.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri melalui Program MBKM menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak lagi terbatas di ruang kelas. Melalui keterlibatan langsung dalam proyek-proyek profesional di ASATU Arsitek Interior, mahasiswa memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensi teknis, kemampuan berpikir kreatif, komunikasi, hingga etos kerja yang menjadi bekal penting untuk memasuki industri kreatif di masa depan.

Sinergi semacam ini diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Bagikan Disalin