Wali Murid Kecewa, Kualitas Menu MBG Yayasan Husnul Khatimah Asal Kenyang Perut

cb3e10c2 6d72 4ade 963f ade88daf6c5b
Wali Murid Keluhkan Menu MBG di Yayasan Husnul Khatimah Sumenep, Dinilai Tak Penuhi Standar Gizi.

SUMENEP — Sejumlah wali murid menyampaikan keluhan terhadap kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Husnul Khatimah di Desa Aeng, Kecamatan Batuputih. Program yang diharapkan mampu menunjang kesehatan siswa tersebut dinilai belum memenuhi standar gizi.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa terhadap komposisi menu yang diberikan kepada siswa. Ia menilai sajian yang disediakan belum mencerminkan prinsip makanan bergizi seimbang.

“Menu yang diberikan hanya tahu, ikan lele, kubis, dan jeruk. Kalau seperti ini, di mana letak gizinya?” ujarnya saat menunjukkan menu MBG, Senin (27/04/2026).

Ia juga mempertanyakan kesesuaian antara anggaran yang dialokasikan dengan kualitas makanan yang diterima siswa. Menurutnya, komposisi makanan dinilai belum ideal karena kandungan protein dan sayuran dianggap minim.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah wali murid lainnya. Dalam perbincangan di lingkungan sekolah, beberapa orang tua mengaku khawatir terhadap kualitas bahan makanan, khususnya sayuran yang dinilai kurang segar.

“Ada beberapa kali sayur yang diberikan sudah tidak layak, bahkan terkesan basi,” ungkap salah satu wali murid.

Para wali murid secara kolektif mendesak pihak pengelola program untuk segera melakukan evaluasi secara transparan. Mereka berharap penyusunan menu ke depan melibatkan tenaga ahli gizi serta pengawasan ketat dalam proses pengolahan dan distribusi makanan.

“Kami mendukung program Makan Bergizi Gratis, tetapi pelaksanaannya harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai hanya sekadar formalitas,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak yayasan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.

Dengan adanya sejumlah protes ini, masyarakat berharap pengelola program segera mengambil langkah konkret agar menu yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi dan menjadi investasi kesehatan bagi para siswa.

Tinggalkan Balasan

×