
REPORTASE, SUMENEP — Memperingati hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengambil langkah konkret dengan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta aktif bergerak di lingkungan kerja.
Melalui momentum ini, Pemkab Sumenep menggelar Lomba PHBS Perkantoran dan Senam Peregangan yang akan berlangsung pada 9–18 November 2026, dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan kabupaten.
Persiapan kegiatan ini telah dikoordinasikan dalam rapat yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, di Ruang Rapat Graha Arya Wiraraja, Rabu (4/11/2026).
“Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat perlu menjadi kebiasaan di lingkungan kerja. Oleh karena itu, kami mendorong seluruh OPD untuk berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini agar tercipta lingkungan perkantoran yang sehat, bersih, dan produktif,” ujar Wahyu.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menjelaskan bahwa rangkaian lomba ini dirancang dengan satu tujuan utama: membangun budaya sehat di tempat kerja.
Untuk Lomba PHBS Perkantoran, kegiatan ini bertujuan mendorong kebersihan lingkungan kerja, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun keteladanan instansi pemerintah dalam menerapkan standar kebersihan dan kesehatan yang prima.
Sedangkan Lomba Senam Peregangan diarahkan untuk membiasakan ASN melakukan aktivitas fisik di sela-sela jam kerja. Nantinya, peregangan mandiri dijadwalkan secara rutin pada pukul 10.00 dan 14.00 WIB.
“Melalui Lomba PHBS Perkantoran dan Senam Peregangan, kami ingin mendorong ASN agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan kerja sekaligus membiasakan aktivitas fisik di sela-sela pekerjaan,” kata Ellya.
Inisiatif ini bukan tanpa alasan. Karena sebagian besar waktu kerja ASN dihabiskan di dalam ruangan dengan aktivitas fisik yang minim. Kebiasaan duduk terlalu lama berpotensi memicu berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti obesitas dan hipertensi, serta gangguan otot akibat faktor ergonomi yang buruk.