
BLITAR — Penguatan pendidikan Islam yang inklusif dan berkelanjutan serta penyesuaian kurikulum madrasah terhadap perkembangan zaman menjadi fokus dua dialog publik yang diselenggarakan DPR RI di Kabupaten Blitar, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ir. Endro Hermono, Anggota Komisi VIII DPR RI, dan Assoc. Prof. Dr. M. Ilman Nafi’an, M.Pd., dosen UIN Syekh Wasil Kediri sekaligus pengarang buku Model Pengembangan Kurikulum.
Dialog publik pertama mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendidikan Islam yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB di Hotel Grand Mansion 2, Kanigoro, Kabupaten Blitar.
Dalam pembahasan tersebut, pendidikan Islam ditempatkan sebagai salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Ir. Endro Hermono menekankan pentingnya perhatian terhadap pendidikan Islam sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang memiliki kesempatan berkembang secara lebih luas.
“Pendidikan Islam harus mampu memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Prinsip inklusivitas perlu menjadi perhatian agar setiap orang memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak. Pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui program bantuan, tetapi juga harus diperkuat dengan pendidikan yang berkelanjutan,” Kata Endro.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. M. Ilman Nafi’an, M.Pd. menyoroti pentingnya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dan keberagaman masyarakat.
“Pendidikan Islam yang inklusif harus mampu menghargai perbedaan, membuka kesempatan belajar, serta mengembangkan potensi setiap individu. Keberlanjutan pendidikan juga membutuhkan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,”. kata Prof. Ilman
Kurikulum Madrasah Harus Relevan dengan Perkembangan Zaman

Agenda kedua dilaksanakan pada hari yang sama mulai pukul 13.00 WIB di Hand Asta Sih, Srengat, Kabupaten Blitar.
Dialog publik ini mengangkat tema “Implementasi Kurikulum Madrasah yang Relevan dengan Tantangan Zaman”. Kedua narasumber kembali hadir untuk membahas pentingnya pengembangan pendidikan madrasah dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Endro Hermono menyoroti pentingnya dukungan kebijakan dan perhatian terhadap pengembangan pendidikan madrasah agar mampu menjawab kebutuhan generasi mendatang.
“Kurikulum madrasah perlu mendapatkan perhatian agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan Islam. Penguatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, sehingga madrasah dapat menghasilkan generasi yang berpengetahuan, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Endro.
Dari perspektif akademis, M. Ilman Nafi’an menjelaskan pentingnya pengembangan kurikulum yang memperhatikan kebutuhan peserta didik, perkembangan ilmu pengetahuan, serta dinamika lingkungan sosial.
“Kurikulum tidak boleh berhenti pada pemenuhan materi pembelajaran. Pengembangannya harus memperhatikan relevansi antara tujuan pendidikan, proses pembelajaran, dan kebutuhan peserta didik. Madrasah perlu mengembangkan pendekatan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” kata Prof. Ilman.
Sebagai pengarang buku Model Pengembangan Kurikulum, M. Ilman Nafi’an memiliki latar belakang akademis yang relevan dengan pembahasan pengembangan dan implementasi kurikulum pendidikan.
Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan
Pelaksanaan dua dialog publik dalam satu hari tersebut mengangkat dua aspek yang saling berkaitan, yakni pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Islam dan penguatan relevansi kurikulum madrasah.
Kedua tema tersebut menempatkan pendidikan tidak hanya sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter, memperluas kesempatan belajar, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui forum ini, DPR RI menghadirkan ruang pembahasan yang mempertemukan perspektif legislatif dan akademis dalam melihat tantangan pendidikan Islam di tengah perubahan zaman.
Penguatan pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif diharapkan menjadi perhatian bersama agar lembaga pendidikan Islam dan madrasah mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
(rn-ha)