TRENDING
MENU

Tasyakuran HUT ke-81 RI di Probolinggo, Pemkab Tekankan Makna Kemerdekaan dan Pengabdian

2 menit membaca

Probolinggo — Pemerintah Kabupaten Probolinggo menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Kraksaan, Senin (17/8/2026).

Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), legislatif, pejabat pemerintahan, serta para pejuang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Probolinggo.

Tasyakuran menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus momentum untuk merefleksikan kembali perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Prosesi ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizky Siregar dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Mohammad Anggidigdo.

Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan unsur penegak hukum dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan di Kabupaten Probolinggo.

BACA JUGA  Kapolres: Polres Siap Kawal Pembangunan Aman dan Kondusif di RPJMD 2025–2029

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, Sekretaris Daerah Ugas Irwanto, jajaran Forkopimda, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta para veteran.

Kehadiran anggota LVRI menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para veteran merupakan generasi yang memiliki kontribusi dalam perjalanan sejarah bangsa sehingga momentum HUT Kemerdekaan juga menjadi ruang untuk memberikan penghormatan terhadap jasa dan pengorbanan mereka.

BACA JUGA  Gedung Pusat Oleh-Oleh Probolinggo Minim Penerangan, Berpotensi Jadi Tempat Mesum dan Mabuk

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak seharusnya berhenti dalam seremoni tahunan. Menurutnya, nilai perjuangan harus diterjemahkan ke dalam kebijakan dan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kemerdekaan dapat dirasakan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik serta pemberdayaan masyarakat,” kata Mohammad Haris.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Semangat gotong royong dinilai menjadi salah satu modal penting untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA  Renungan Suci HUT ke-81 RI di TMP Kraksaan, Penghormatan untuk Jasa Para Pahlawan

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Probolinggo pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen melanjutkan perjuangan melalui pelayanan publik, pengabdian, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap semangat tersebut dapat memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendorong daerah menuju kondisi yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

(rn-ha)

Bagikan Disalin