MENU

Potensi Kelapa Dorong Ekonomi Desa Rejing Probolinggo, Warga Kembangkan Usaha Degan hingga Industri Rumahan Tusuk Sate

3 menit membaca
Redaksi

PROBOLINGGO – Desa Rejing, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup kuat melalui sektor perkebunan kelapa. Sekitar 90 persen warga desa tercatat memiliki pohon kelapa yang dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan tambahan, terutama melalui penjualan kelapa muda atau degan.

Keberadaan pohon kelapa yang tersebar hampir di seluruh wilayah desa menjadikan komoditas tersebut sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat. Kelapa muda hasil panen dari kebun maupun pekarangan dijual dengan kisaran harga Rp3.500 per buah dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah sekitar.

Selain bertani dan berdagang sebagai mata pencaharian utama, banyak warga memanfaatkan hasil panen kelapa sebagai sumber penghasilan tambahan yang dinilai cukup membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Kami melihat pohon kelapa bukan sekadar tanaman pekarangan, tetapi memiliki nilai ekonomi yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Rejing, Tinarso.

Tidak hanya mengandalkan sektor perkebunan, masyarakat Desa Rejing juga mengembangkan berbagai usaha mikro berbasis rumah tangga. Salah satunya adalah produksi tusuk sate yang dikerjakan oleh sejumlah ibu rumah tangga sebagai aktivitas ekonomi produktif.

Usaha tersebut dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan waktu luang dan menjadi salah satu alternatif untuk menambah pemasukan keluarga di tengah dinamika ekonomi pedesaan.

“Produksi tusuk sate memang berskala rumahan, namun mampu membuka peluang usaha dan membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Tinarso.

Ia menjelaskan, Desa Rejing memiliki sejumlah potensi unggulan yang terus dikembangkan masyarakat bersama pemerintah desa. Selain komoditas kelapa muda, terdapat potensi hasil pertanian seperti pisang serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di sektor peternakan ayam petelur.

BACA JUGA  Kades Pasongsongan Tegaskan Pentingnya Nilai Pancasila di Sekolah

Menurutnya, BUMDes Desa Rejing juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga diharapkan mampu memperluas kontribusi terhadap perekonomian desa.

“Potensi desa di antaranya degan, pisang, dan BUMDes yang bergerak di bidang peternakan ayam petelur. Saat ini BUMDes juga sudah bekerja sama dengan beberapa program MBG,” jelasnya.

Di bidang pembangunan, Pemerintah Desa Rejing terus melakukan peningkatan infrastruktur guna mendukung aktivitas masyarakat. Pada tahun 2026, pemerintah desa merealisasikan pembangunan drainase serta program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

BACA JUGA  Bupati Probolinggo Raih Penghargaan Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur pada Harkopnas ke-79

Meski demikian, kebutuhan pembangunan jalan masih menjadi salah satu prioritas yang diharapkan dapat memperoleh dukungan dari pemerintah agar konektivitas dan distribusi hasil produksi masyarakat semakin optimal.

“Kami berharap pembangunan akses jalan dapat terus menjadi perhatian karena infrastruktur yang memadai akan berdampak langsung terhadap kelancaran mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi desa,” tutup Tinarso.

Potensi sumber daya alam yang dipadukan dengan tumbuhnya usaha mikro masyarakat menunjukkan bahwa Desa Rejing memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan ekonomi lokal berbasis potensi desa secara berkelanjutan. Wartawan: M. Sodiq

BACA JUGA  TPPS Lakukan Monev Intervensi Cegah Stunting Serentak di Puskesmas Paiton
Bagikan Disalin