
Kraksaan – Upaya membangun generasi yang jujur dan berintegritas terus diperkuat oleh SMP UMI Sundari Sidomukti Kraksaan melalui kegiatan edukasi bertema “Integritas dan Anti Korupsi”. Kegiatan yang berlangsung penuh antusias tersebut diikuti sekitar 60 peserta, terdiri atas siswa sekolah dasar, siswa SMP, serta para guru.
Kegiatan menghadirkan Penyuluh Antikorupsi, Rifqi Abdillah, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, serta keberanian menolak segala bentuk praktik korupsi sejak usia dini. Edukasi tersebut dikemas secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan penyampaian contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta.
Kepala SMP UMI Sundari Sidomukti Kraksaan, Dr. M. Mahbubi, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Sekolah tidak hanya bertugas mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berintegritas. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian harus ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan mereka,” ujar Dr. M. Mahbubi.
Sementara itu, Penyuluh Antikorupsi Rifqi Abdillah menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan karakter yang berkelanjutan.
“Korupsi dapat dicegah dengan membangun budaya integritas sejak bangku sekolah. Ketika anak-anak terbiasa bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu menolak segala bentuk penyimpangan,” ungkap Rifqi Abdillah.
Pendidikan antikorupsi juga menjadi bagian dari upaya nasional dalam memperkuat budaya integritas di lingkungan pendidikan.
Suasana semakin semarak ketika tim penyuluh menggelar sesi kuis interaktif. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan seputar nilai-nilai integritas dan antikorupsi memperoleh pin antikorupsi sebagai bentuk apresiasi sekaligus simbol komitmen untuk menjadi pelopor kejujuran di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Tidak hanya siswa, para guru juga aktif mengikuti diskusi dan berbagi pengalaman mengenai penerapan nilai integritas dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, SMP UMI Sundari Sidomukti Kraksaan berharap budaya antikorupsi tidak berhenti sebagai materi sosialisasi, melainkan menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah. Langkah tersebut sejalan dengan berbagai upaya penguatan integritas di sektor pendidikan yang terus didorong secara nasional sebagai fondasi membangun generasi berkarakter, jujur, dan bertanggung jawab. (rn-ha)