Membedah Profil Siska Farisadona: Pendakwah Perempuan Inspiratif dari Sumbermanjing Wetan.REPORTASE NEWS, Malang – Nama Ustazah Siska Farisadona kini semakin dikenal luas sebagai salah satu pendakwah perempuan yang memiliki rekam jejak penuh perjuangan. Berasal dari Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, perempuan yang akrab disapa Ustazah Siska ini telah menapaki dunia syiar Islam sejak masih belia, tepatnya saat berusia lima tahun.
Menariknya, Ustazah Siska lahir bukan dari lingkaran keluarga ulama atau kiai besar. Pondasi karakternya dibangun kuat oleh sang ibu, Salamah. Sebagai ibu rumah tangga, Salamah sejak dini dengan telaten membimbing putrinya agar mampu tampil percaya diri di hadapan publik, berbicara santun, serta menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui pendekatan yang ramah dan menyejukkan hati.
Sejak usia taman kanak-kanak, Siska kecil telah aktif mengikuti berbagai perlombaan keagamaan. Pada tahun 1995, ia sukses menyabet Juara I Pildacil tingkat Kabupaten Malang, Juara I Imam Salat Magrib Berjamaah tingkat Kabupaten Malang, serta Juara III pada cabor lomba yang sama di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Memasuki usia 10 tahun, torehan prestasinya kian melejit. Pada tahun 1999, ia berhasil memenangkan lomba pidato tingkat nasional yang digelar dalam rangka Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-30. Capaian prestisius tersebut membuat namanya viral dan mendapat julukan “Dai Cilik”. Sejak saat itu, arus undangan untuk mengisi ceramah mengalir deras dari berbagai daerah, termasuk ke luar Pulau Jawa.
Di balik gemerlap panggung dakwah, Ustazah Siska mengungkapkan masa kecilnya tidak lepas dari keterbatasan ekonomi keluarga. Di usia balita, ia kerap menemani sang ibu berjalan kaki berjualan kue keliling kampung sembari menghafalkan materi teks ceramah. Pengalaman getir tersebut diakuinya menjadi madrasah kehidupan terbaik untuk menghargai kerja keras orang tua dan membentuk karakter disiplin tinggi sejak dini.
Kini, di usianya yang menginjak 34 tahun, aktivitas dakwah Ustazah Siska Farisadona tercatat semakin padat. Jadwal ceramahnya bahkan dikelola profesional oleh dua orang admin yang membagi penanganan agenda dakwah khusus untuk wilayah Jawa dan luar Jawa.
Hebatnya, di luar kesibukan mimbar, ia juga sukses menekuni dunia kewirausahaan demi membangun kemandirian ekonomi. Kegemarannya di dapur dikembangkan menjadi lini usaha kuliner yang diminati pasar, salah satunya melalui produk olahan Sambal Cumi Dapur Siska.
Perjalanan hidup Ustazah Siska Farisadona memberikan refleksi mendalam mengenai bagaimana pendidikan keluarga, ketangguhan mental, dan konsistensi dalam menebar kebaikan dapat melahirkan perjalanan karier yang panjang dan berkah bagi kemaslahatan umat.