TRENDING
MENU

Jaga Keselamatan Jamaah Haji, BPRS Bhakti Sumekar Fasilitasi Slayer Identitas Khusus Kloter Sumenep

2 menit membaca
Redaksi

REPORTASE NEWS, Mekkah – Fase paling krusial dalam ibadah haji, yakni pergeseran jutaan manusia menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), resmi dimulai. Ribuan jamaah haji asal Kabupaten Sumenep, Madura, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 77, 78, 79, dan 81, telah bergerak secara bertahap menggunakan armada bus dari Kota Mekkah menuju lokasi pelaksanaan wukuf.

Di tengah padatnya konsentrasi massa dari berbagai belahan dunia, sebuah inovasi sederhana namun berdampak besar menjadi penyelamat bagi jamaah asal ujung timur Pulau Madura ini. Mereka dibekali slayer khusus sebagai penanda identitas visual yang diinisiasi oleh Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar.

Ahmad Robeith Al Faroh, salah satu jamaah sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Usmuni asal Desa Pandian, yang tergabung dalam Kloter 77, mengakui vitalnya fungsi kain penanda tersebut saat memasuki puncak haji.

“Slayer dari BPRS Bhakti Sumekar ini luar biasa membantu kami. Di tengah jutaan manusia yang berdesakan, identitas visual ini membuat kami sesama warga Sumenep menjadi sangat mudah saling mengenali dan memantau satu sama lain. Koordinasi tim jadi jauh lebih cepat,” ungkap Ahmad Robeith langsung dari Tanah Suci.

Ia menambahkan, selain menjadi alat mitigasi agar jamaah tidak terpisah dari rombongan, atribut pembeda ini secara psikologis menumbuhkan rasa aman dan mempererat ikatan kekeluargaan antarsesama warga Sumenep yang sedang berjuang menuntaskan rukun Islam kelima.

Sementara itu, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Khairil Fajar, melalui sambungan telepon internasional menegaskan bahwa bantuan atribut penanda ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial perusahaan di luar urusan perbankan syariah murni.

“Alhamdulillah, kami bersyukur jika alat penanda kecil ini memberikan manfaat proteksi yang besar. Di tengah kondisi padat, sinyal visual seperti ini sangat berarti,” ujar Khairil Fajar.

Mengingat beratnya medan fisik di Armuzna, Fajar juga menitipkan pesan mendalam agar seluruh jamaah haji asal Sumenep secara disiplin menjaga regulasi fisik mereka. Jamaah diimbau untuk memprioritaskan istirahat, menjaga asupan nutrisi, serta patuh pada instruksi ketua kloter agar prosesi ibadah berjalan khusyuk hingga meraih predikat haji mabrur saat kembali ke tanah air kelak.

Bagikan Disalin