TRENDING
MENU

Dua Periode Menjabat, Kades Padike Dituding ‘Anaktirikan’ Dusun Jati Laok: Jalan Rusak Parah, Warga Ancam Tanam Pohon

2 menit membaca
Redaksi

REPORTASENEWS, Sumenep – Rasa kecewa mendalam disuarakan warga Dusun Jati Laok, Desa Padike. Akses jalan utama yang menjadi urat nadi perekonomian dan pendidikan di wilayah tersebut dibiarkan rusak parah tanpa penanganan berarti selama dua periode kepemimpinan Kepala Desa Padike, Hajjah. Safa Atun Nuriyah (H.Nunung).

Kondisi infrastruktur yang terbengkalai ini memicu tuduhan bahwa Pemerintah Desa Padike diskriminatif dalam mengalokasikan anggaran pembangunan. Pasalnya, di saat jalan Dusun Jati Laok tak tersentuh perbaikan, ruas jalan di dusun lain justru dilaporkan telah menerima pengaspalan hingga dua kali.

Salah seorang warga setempat, IF, menegaskan bahwa masyarakat sudah berulang kali menyampaikan usulan, namun hasilnya nihil.

“Kami merasa dianaktirikan. Sudah dua periode kepemimpinan Kades Padike, jalan di tempat kami dibiarkan rusak seperti ini. Padahal jalan ini akses vital sehari-hari untuk mengangkut hasil tani dan anak-anak pergi sekolah,” ungkap IF kepada Wartawan dengan nada kecewa, Kamis (20/08/2026).

Masyarakat menilai pembiaran ini bentuk tidak responsifnya Pemerintah Desa Padike terhadap kebutuhan mendasar warga, Padahal, setiap tahunnya Desa Padike mengelola kucuran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Ketimpangan alokasi anggaran ini kian memicu kecurigaan warga tatkala petugas desa berulang kali turun ke lapangan hanya untuk melakukan pengukuran jalan, tanpa ada realisasi fisik setelahnya.

“Jalan ini sudah berkali-kali diukur, tapi sampai sekarang tidak pernah ada perbaikan. Warga jadi curiga, jangan-jangan jalan kami cuma difoto, diusulkan ke atas, lalu anggarannya dipakai untuk kepentingan pribadi,” tegas warga lainnya.

Merasa terus diberi janji manis tanpa kepastian, warga Dusun Jati Laok melayangkan ultimatum keras kepada Kepala Desa H. Nunung beserta jajarannya untuk memprioritaskan perbaikan jalan tersebut pada tahun anggaran ini.

BACA JUGA  Kunjungi Balai PWI Sumenep, Kombes Pol Ariek Janji Permudah Akses Informasi Publik bagi Wartawan

Jika desakan tersebut kembali diabaikan, warga siap menggelar aksi protes melumpuhkan sebagian akses jalan.

“Kami masyarakat akan bertindak tegas. Jika belum ada perbaikan dalam tahun ini, kami akan mempersempit jalan dengan menanam pohon di bahu jalan sebagai bentuk protes,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Padike maupun Kades H. Nunung belum memberikan konfirmasi atau keterangan resmi terkait tuduhan diskriminasi pembangunan dan tuntutan warga Dusun Jati Laok tersebut.

BACA JUGA  Mendorong SDM dan Ekonomi, Banggar DPRD Sumenep Rampungkan Pembahasan KUA-PPAS 2027
Bagikan Disalin