TRENDING
MENU

Modernisasi Rumah Jagal Tingkatkan Kapasitas Produksi UMKM

2 menit membaca
Redaksi
Berita, Ekonomi, Headline, Nasional - 13 Agu 2026

Poin Utama

– Program modernisasi rumah jagal di Kabupaten Ogan Komering Ulu bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing UMKM lokal melalui dukungan teknologi, pelatihan, dan pendampingan pengelolaan usaha.

– Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sriwijaya Palembang menjalankan program pengabdian masyarakat dengan fokus pada Rumah Jagal Edi sebagai sasaran utama intervensi pemberdayaan ekonomi.

– Program ini dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan adopsi teknologi dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM di daerah.

 

 

BACA JUGA  Selama Bulan Juli, Polres Kediri Kota Ungkap 8 Kasus

Palembang – Modernisasi rumah jagal mendorong peningkatan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing pelaku UMKM di daerah. Program tersebut diwujudkan melalui bantuan teknologi, pelatihan, dan pendampingan pengelolaan usaha secara bertahap.

 

Program pengabdian masyarakat itu dilaksanakan Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sriwijaya Palembang. Sasaran program adalah Rumah Jagal Edi yang berlokasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

 

Ketua pelaksana, Nurussama, mengatakan bantuan mencakup mesin pemotong, genset, dan freezer, pengurusan nomor induk berusaha serta pelatihan pencatatan keuangan sederhana, penggunaan alat, dan penggunaan SOP dalam bekerja. Pendampingan juga meliputi penerapan standar kebersihan, keselamatan kerja, dan pemanfaatan media digital untuk promosi.

BACA JUGA  Pilkada 2024, Komisioner KPU Banyuwangi Optimis Partisipasi Masyarakat Meningkat

 

Kegiatan tersebut telah berjalan selama kurang lebih empat bulan. Program ini merupakan salah satu kegiatan yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Tahun 2026 melalui Program Kemitraan Masyarakat.

 

“Kapasitas pemotongan meningkat dari satu ekor menjadi tiga ekor sapi setiap proses produksi. Peningkatan tersebut membantu pelaku usaha memenuhi lonjakan permintaan pada hari besar keagamaan dan momen tertentu,” ujarnya dalam dialog Ekonomi Digital, Jumat, 31 Juli 2026.

 

Selain meningkatkan produksi, tim juga melatih generasi muda yang meneruskan usaha keluarga tersebut. Mereka dibekali kemampuan mengelola keuangan, menghitung keuntungan, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran serta mendukung pengembangan usaha pengrajin.

BACA JUGA  Terungkap, Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur Oleh Ayah Tiri 

 

Nurussama menilai teknologi tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa komitmen dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pendampingan dilakukan agar pelaku usaha mampu menerapkan inovasi secara berkelanjutan dalam kegiatan usahanya.

 

Ia berharap model pendampingan serupa dapat diterapkan pada lebih banyak UMKM di Sumatera Selatan. Langkah tersebut diharapkan memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Bagikan Disalin