TRENDING
MENU

Akses Depan Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan Kembali Dibuka, Pemkab Probolinggo Perkuat Penataan Kawasan Alun-Alun

3 menit membaca
Handono

KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Yayasan Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan resmi membuka kembali akses jalan di sisi depan Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan. Kebijakan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas sektor yang digelar sebagai tindak lanjut arahan Bupati Probolinggo sekaligus merespons aspirasi masyarakat terkait kemudahan akses menuju pusat kegiatan keagamaan tersebut.

Rapat koordinasi berlangsung di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan pada Rabu (22/7/2026) dengan melibatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengurus yayasan, tokoh agama, serta unsur Forum Koordinasi di tingkat kecamatan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Roby Siswanto, Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Wasik Hannan, Ketua Yayasan Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan H. Muhammad Zubaidi, Ketua Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah KH. Sa’dullah Asy’ari, Camat Kraksaan Puja Kurniawan, serta perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta Satpol PP.

BACA JUGA  Hanya Tersedia Dua Slot ke Palembang, 44 Tim Voli Pasir U-17 Jatim Bertarung Habis-habisan di Sumenep

Ketua Yayasan Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan H. Muhammad Zubaidi menjelaskan bahwa pembukaan kembali akses jalan bertujuan meningkatkan kemudahan mobilitas jamaah dan mendukung aktivitas keagamaan di kawasan masjid.

“Keputusan ini merupakan bentuk tindak lanjut atas arahan Bupati Probolinggo sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat agar akses menuju masjid menjadi lebih mudah dan nyaman,” ujar Zubaidi.

Menurutnya, pembukaan akses tersebut diharapkan dapat mempermudah jamaah yang akan melaksanakan salat berjamaah, kegiatan keagamaan, hingga rombongan wisata religi yang berkunjung ke Masjid Agung Ar-Raudlah.

“Kami ingin seluruh jamaah, termasuk tamu dari luar daerah, memperoleh akses yang lebih baik sehingga aktivitas ibadah dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah teknis. Salah satunya membuka sebagian tiang bollard di sisi selatan depan masjid agar kendaraan roda empat dapat mengakses area masjid. Selain itu, sebagian jalur pedestrian di sisi utara akan difungsikan sebagai jalur menuju area parkir.

BACA JUGA  Berikan Penghormatan Terakhir, Kapolres Sumenep Pimpin Upacara Pemakaman Bripka Rahmat Hidayat

Sementara itu, area sisi selatan tetap tidak diperuntukkan sebagai lokasi parkir bus guna menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan Alun-Alun Kraksaan dan mempertahankan fungsi ruang publik sesuai penataan kawasan.

“Pengaturan akses dan parkir dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan alun-alun,” jelas Zubaidi.

Selain membahas akses jalan, forum juga mengusulkan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tata kelola kawasan Alun-Alun Kraksaan. Regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai pembagian kewenangan dan tanggung jawab antar-OPD dalam pengelolaan kawasan, termasuk pemeliharaan fasilitas publik.

BACA JUGA  DPUPR Probolinggo Sosialisasikan Aplikasi SI Prenjak Emas

Menurut peserta rapat, kejelasan regulasi dinilai penting agar pengelolaan kawasan berlangsung lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di sekitar Masjid Agung Ar-Raudlah.

Di akhir rapat, Ketua Yayasan Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pembahasan tersebut.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik sekaligus mendukung kemakmuran Masjid Agung Ar-Raudlah sebagai pusat syiar Islam di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

(rn-ha)

Bagikan Disalin