MENU

Melejit Lewat Bahan Alami, Apen Rainbow Legendaris Khas Desa Parsanga Bikin Kuliner Tradisional Naik Kelas

2 menit membaca
Mahmudi
Ekonomi, Headline, Kuliner, Sumenep - 22 Jul 2026

SUMENEP — Di tengah gempuran kuliner modern, jajanan tradisional Apen khas Desa Parsanga, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, tetap berdiri kokoh menjaga eksistensinya. Di tangan Kus Suryati, generasi ketiga penerus resep legendaris Mbah Atik, kudapan otentik ini tak sekadar bertahan, melainkan bertransformasi menjadi ikon UMKM lokal yang kian populer lewat inovasi Apen Rainbow.

Usaha yang dirintis sejak awal tahun 2000-an ini bermula dari resep klasik sang nenek. Kini, tanpa menghilangkan cita rasa aslinya, Kus Suryati menghadirkan warna-warni alami pada adonan Apen untuk menyesuaikan selera pasar modern.

“Apen Rainbow kami menggunakan pewarna 100% alami. Warna kuning dari telur ayam kampung, hijau dari perasan daun pandan dan suji, serta merah dari sari buah naga,” ujar Kus Suryati saat dijumpai pada Selasa (21/07/2026).

Satu porsi Apen Original dipasarkan dengan harga terjangkau Rp12.000, sementara varian Apen Rainbow dibanderol Rp15.000 untuk isi sepuluh potong dengan ragam rasa. Selain Apen, UMKM ini juga melengkapi kulinernya dengan memproduksi serabi manis dan serabi kuah.

Pemasaran yang responsif via pesan WhatsApp serta jaringan pedagang pasar tradisional menjadi kunci sukses distribusi harian produk ini. Hasilnya, Apen buatan Kus Suryati kerap ludes terjual sejak pagi hari. Omzet harian usaha ini terbilang stabil di angka Rp500.000 pada hari biasa, dan melonjak hingga Rp800.000 hingga melebihi Rp1.000.000 saat pesanan ramai, termasuk pesanan dari instansi pemerintah.

BACA JUGA  Aksi Sosial Ramadan, Bani Insan Peduli Bagikan 6.000 Bantuan

Dengan dukungan tenaga kerja lokal yang fleksibel sesuai volume produksi, Kus Suryati membuktikan bahwa konsistensi bahan alami dan keberanian berinovasi adalah kunci menjaga warisan leluhur agar tetap dicintai masyarakat.

Bagikan Disalin