Kupas Tuntas Filosofi Logo Hari Jadi Sumenep: Dari Tari Sintong hingga Jati Diri Kota Keris.REPORTASE NEWS, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep secara resmi meluncurkan logo peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep. Lebih dari sekadar identitas visual tahunan, logo kali ini mengusung filosofi mendalam yang merepresentasikan simbol optimisme, ketangguhan, serta semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.
“Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ini bukan sekadar simbol atau gambar, tetapi mencerminkan perjalanan sejarah, kekayaan budaya, dan optimisme masyarakat untuk terus bergerak maju,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di sela-sela acara peluncuran logo di Pendopo Agung Keraton, Sabtu (20/06/2026).
Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep dirancang sarat akan makna kemajuan. Setiap elemen di dalamnya menjadi simbol pemacu semangat baru, menggambarkan karakteristik daerah, serta menjadi kompas arah pembangunan masa depan.
Oleh karena itu, logo hari jadi tahun ini menyimpan esensi mendalam dari identitas daerah yang dinamis, adaptif, kaya akan potensi alam, serta mencerminkan optimisme masyarakat dalam mewujudkan kemajuan daerah di segala sektor.
“Melalui logo ini, kami ingin menghadirkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” jelas Bupati.
Filosofi dan makna dari Logo Songennep Sodek Parjuga karya Choirurrahman ini mengintegrasikan beberapa elemen penting:
Bupati berpesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menumbuhkan rasa memiliki yang kuat terhadap daerah. Dengan begitu, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam melanjutkan pembangunan yang bersifat inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi penuh pada peningkatan kesejahteraan di semua lapisan.
“Berbagai capaian pembangunan yang diraih selama ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang berpartisipasi aktif sesuai dengan bidang dan kemampuannya masing-masing,” terangnya.
Oleh karena itu, Bupati mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa memperkuat kolaborasi dan memelihara semangat kebersamaan guna menunjang berbagai program pembangunan pemerintah daerah.
“Pembangunan daerah akan berhasil apabila seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk berkontribusi dan berpartisipasi aktif sesuai kapasitasnya masing-masing,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.