TRENDING
MENU

8 Tahun LBH Achmad Madani, Mengawal Keadilan untuk Masyarakat Kecil

2 menit membaca
Budi Wahono
Berita, Sumenep - 16 Apr 2026

SUMENEP – Delapan tahun bukan sekadar angka bagi LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan. Di balik perjalanan itu, tersimpan jejak panjang pengabdian dalam mengawal hak-hak masyarakat kecil yang kerap terpinggirkan oleh sistem hukum.

Momentum itu terasa kuat dalam peringatan Harlah ke-8 yang digelar di Musholla Al-Inabah, Kamis (16/4/2026). Acara tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang refleksi atas perjuangan yang terus berlanjut.

Haul pendiri almarhum Achmad Madani menjadi pengingat bahwa lembaga ini lahir dari semangat keberpihakan terhadap keadilan. Nilai-nilai itu kini terus diwariskan dalam setiap langkah advokasi.

BACA JUGA  Pemkab dan DPRD Probolinggo Mulai Bahas Raperda Perubahan APBD 2024

Ketua LBH, Kamarullah, menegaskan bahwa lembaganya tidak akan berhenti menjadi tempat berpijak bagi masyarakat yang mencari keadilan.

“Kami ingin memastikan bahwa hukum tidak hanya berpihak pada yang kuat, tetapi juga hadir untuk mereka yang lemah,” tegasnya.

Acara yang juga dihadiri tokoh NU seperti KH Md Widadi Rahim dan unsur Forkopimda ini menunjukkan bahwa perjuangan keadilan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

BACA JUGA  Meriahkan Hari Bhayangkara 78, Polres Sumenep Gelar Olahraga Bersama

Dukungan juga datang dari Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, yang menilai LBH memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan sosial di tengah masyarakat.

“LBH bukan hanya pendamping hukum, tetapi juga penjaga keadilan sosial,” ujarnya.

Di tengah kompleksitas persoalan hukum yang dihadapi masyarakat, kehadiran LBH seperti Achmad Madani menjadi harapan bagi mereka yang tak memiliki akses dan kekuatan.

BACA JUGA  Kuasa Hukum Nilai Perkara H. Latib Lebih Tepat Masuk Ranah Perdata

Dari Sumenep, suara keadilan itu terus digaungkan, pelan, tetapi konsisten.

Penulis

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan