Sentuhan Swakelola Petani Karanggayam: P3-TGAI Blitar Pacu Progres Irigasi demi Hasil Panen Melimpah.REPORTASRE NEWS, Blitar — Berhembus angin segar bagi masa depan sektor pertanian di Kabupaten Blitar. Melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), pembangunan saluran air yang digarap oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) BINA AGUNG di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, kini menunjukkan perkembangan signifikan.
Pembangunan fasilitas vital ini dikerjakan secara mandiri demi memastikan efisiensi pasokan air menuju lahan pertanian warga.
Program yang diusung Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air lewat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Satker Operasi dan Pemeliharaan ini menerapkan skema padat karya. Artinya, pengerjaan proyek sepenuhnya memberdayakan warga setempat tanpa melibatkannya ke pihak ketiga (non-kontraktual).
Langkah ini terbukti efektif dalam mendongkrak pendapatan perekonomian petani lokal secara langsung.
Ketua HIPPA BINA AGUNG, Nurkholis, membeberkan bahwa ritme kerja di lapangan terus dipacu agar manfaatnya dapat segera dipetik oleh masyarakat tani.
”Pekerjaan berjalan dengan sangat baik dan saat ini progresnya sudah menembus panjang 150 meter. Kami menaruh perhatian ekstra pada mutu dan kekuatan konstruksi agar jaringan irigasi ini tahan lama serta memberi dampak berkelanjutan bagi para petani,” ungkap Nurkholis saat mengawal pengerjaan di lokasi.
Berdasarkan data papan informasi proyek, masa pengerjaan dijadwalkan berlangsung selama 60 hari kalender, dimulai sejak 22 Juni 2026 hingga target rampung pada 20 Agustus 2026.
Kelancaran dan keterbukaan proyek ini tak lepas dari pengawasan ketat pemerintah desa. Kepala Desa Karanggayam, Eddy Sarwono, secara rutin mengontrol langsung area pengerjaan demi menjamin kualitas spesifikasi teknis dan transparansi anggaran.
”Kami terjun langsung ke lapangan secara berkala untuk memantau prosesnya.Harapan besar kami, proyek ini dikerjakan secara presisi dan menghasilkan bangunan yang kokoh, sehingga daya gunanya dirasakan optimal oleh seluruh warga,” tegas Eddy Sarwono.
Hadirnya infrastruktur air yang memadai ini diproyeksikan bakal mengakselerasi distribusi air secara adil dan efisien, khususnya bagi komoditas pangan utama seperti padi dan jagung. Tak hanya memangkas risiko kendala pengairan, keterlibatan aktif warga secara swakelola ini turut memperkokoh fondasi ketahanan pangan daerah dari tingkat desa.