TRENDING
MENU

Transformasi Birokrasi, Pemkab Sumenep Luncurkan Aplikasi SIMANTRA untuk Pemetaan Talenta ASN

2 menit membaca View : 10
Redaksi
Sumenep, Video - 24 Jun 2026

REPORTASE NEWS, Sumenep – Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di instansi pemerintahan memegang peranan krusial sebagai roda penggerak utama keberhasilan pembangunan daerah. Menyadari tantangan era modern yang kian kompleks, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengambil langkah progresif dengan menerapkan sistem pengelolaan aparatur yang berbasis kompetensi dan potensi riil.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., di sela-sela agenda Sosialisasi Implementasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus peluncuran aplikasi SIMANTRA di Kantor Bupati, Senin (22/06/2026).

Bupati perambut putih ini menyampaikan bahwa penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Sumenep bukan sekadar program administratif yang bersifat formalitas di atas kertas. Langkah ini merupakan investasi strategis jangka panjang untuk mencetak aparatur yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing tinggi.

“Melalui pengelolaan sumber daya aparatur yang tepat, kami berharap mampu menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan adaptif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin dinamis,” ujar Bupati Achmad Fauzi.

Sistem baru ini dirancang untuk mengidentifikasi, memetakan, dan mengembangkan potensi setiap pegawai secara objektif. Dengan penempatan posisi yang selaras dengan keahlian dan capaian kinerjanya (the right man on the right place), akselerasi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat luas diyakini akan meningkat secara signifikan.

Lebih lanjut, Bupati menilai bahwa instrumen manajemen talenta merupakan kunci untuk menjamin ketersediaan kader-kader pemimpin masa depan yang kompeten di setiap jenjang Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Melalui basis data yang tersistem, mutasi maupun promosi jabatan dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Di era disrupsi teknologi saat ini, ASN tidak hanya dituntut menguasai kecakapan teknis secara konvensional. Mereka diwajibkan memiliki kesigapan tinggi untuk beradaptasi dengan regulasi baru, perkembangan digital, serta ekspektasi masyarakat yang kian tinggi terhadap performa birokrasi.

“ASN harus terus memperluas wawasan dan membangun budaya kerja yang disiplin, inovatif, serta berintegritas. Keberhasilan jalannya organisasi pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh sistem kerja yang baik, melainkan juga ditentukan dari kualitas manusia yang menjalankannya,” pungkasnya.

Bagikan Disalin