BLITAR — Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan kegiatan positif, MTsN 3 Blitar menggelar program Pondok Ramadan yang dipusatkan di masjid madrasah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat spiritualitas sekaligus membentuk karakter religius para siswa melalui berbagai aktivitas keagamaan.
Kepala MTsN 3 Blitar, Choirun Ni’am, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berlangsung mulai 24 Februari hingga 13 Maret 2026. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, di mana setiap jenjang kelas—kelas VII, VIII, dan IX—mengikuti kegiatan selama empat hari.
“Kami ingin Ramadan tahun ini menjadi momentum bagi siswa untuk melakukan upgrade diri. Sesuai tema kami, Ramadan Boost: Upgrade Iman, Ilmu, dan Amal, kami berharap ada peningkatan nyata pada aspek spiritual dan pengetahuan agama mereka,” ujarnya.
Selama mengikuti Pondok Ramadan, para siswa menjalani agenda harian yang telah disusun secara terstruktur. Kegiatan diawali dengan salat duha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan sesi tahsin untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an.
Selain praktik ibadah, para siswa juga mendapatkan penguatan ilmu keislaman melalui kajian kitab. Materi yang dipelajari di antaranya Kitab Aqidatul Awam yang membahas dasar-dasar akidah dan akhlak, serta Kitab Alala yang berisi tentang adab dan kiat dalam menuntut ilmu.
Seluruh rangkaian kegiatan harian tersebut ditutup dengan pelaksanaan salat zuhur berjamaah di masjid madrasah.
Tidak hanya fokus pada kegiatan internal, madrasah yang berlokasi di Jalan Masjid Langkapan Maron, Kecamatan Srengat, Blitar ini juga menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembagian takjil di sejumlah masjid di sekitar lingkungan madrasah serta penyaluran paket sembako bagi masyarakat kurang mampu.
“Selain pembinaan di dalam masjid, kami juga ingin menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa. Karena itu kami mengadakan pembagian takjil dan penyaluran bantuan sembako kepada fakir miskin di sekitar madrasah,” tambah Choirun Ni’am.
Melalui perpaduan antara penguatan ibadah, pendalaman ilmu agama, dan kegiatan sosial, pihak madrasah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang religius sekaligus memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.






