
REPORTASE, Sumenep – Dalam upaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, murid Fase B kelas 3 dan 4 SDN Juluk 1 melaksanakan kegiatan pembelajaran secara langsung melalui kunjungan edukatif ke tempat budi daya burung puyuh. Kegiatan ini didampingi oleh guru, Budi Kurniawan, S.Pd., dan Nurul Hidayah, S.Pd.SD.
Melalui kegiatan ini, murid memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung proses pemeliharaan burung puyuh, mengenal lingkungan peternakan, serta mendapatkan pengetahuan dari pembudi daya burung puyuh mengenai cara merawat ternak dan mengelola hasil panen telur.
Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penambahan pengetahuan, tetapi juga bertujuan menanamkan karakter positif kepada murid sejak usia sekolah dasar. Salah satu karakter utama yang dikembangkan adalah jiwa kewirausahaan atau bisnis sejak dini, agar murid mulai mengenal dunia usaha, memahami proses produksi, serta belajar menghargai kerja keras dan ketekunan dalam menjalankan usaha.
Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap hewan, melatih sikap peduli, membangun tanggung jawab, serta membiasakan murid untuk melakukan pengamatan dan belajar dari pengalaman nyata. Murid diajak memahami bahwa makhluk hidup membutuhkan perawatan yang baik, lingkungan yang bersih, serta perhatian secara rutin agar dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat.
Dari sisi pembelajaran, kegiatan ini terintegrasi dengan mata pelajaran **Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)**, khususnya materi upaya pelestarian makhluk hidup dan keanekaragaman hayati. Murid belajar mengenal burung puyuh sebagai salah satu jenis hewan yang dapat dibudidayakan, memahami kebutuhan hidupnya, serta menyadari pentingnya menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup dan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, dalam mata pelajaran Matematika, murid diajak mengembangkan kemampuan berhitung melalui kegiatan yang berkaitan dengan hasil panen telur puyuh. Murid dapat berlatih menghitung jumlah telur yang dihasilkan setiap hari, mencatat hasil pengamatan, serta mengelompokkan telur berdasarkan kondisinya, seperti telur yang bersih, kotor, atau retak. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman nyata dalam menerapkan keterampilan matematika dasar pada kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran langsung ini juga memberikan gambaran awal kepada murid mengenai proses usaha peternakan, mulai dari pemeliharaan hewan, pengumpulan hasil panen, penyortiran telur, hingga pengenalan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan. Dengan demikian, murid tidak hanya belajar tentang konsep sains dan matematika, tetapi juga mulai memahami hubungan antara pengetahuan, keterampilan, tanggung jawab, dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman ini, SDN Juluk 1 berharap murid mampu mengembangkan karakter mandiri, disiplin, peduli terhadap makhluk hidup, mampu bekerja sama, serta memiliki keberanian untuk mengenal dunia usaha sejak dini.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi di kelas dengan kehidupan masyarakat. Dengan belajar langsung dari lingkungan sekitar, murid diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berpengetahuan, bertanggung jawab, kreatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan, sejalan dengan semangat pendidikan “Beradab Sebelum Berilmu.”