
MANGGARAI — Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan medis dilakukan Aipda Heribertus Agustinus B Tena, personel Polres Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mendampingi sekaligus memfasilitasi penanganan medis bagi Mariana Genita Suet (31), warga Desa Lenda, Kabupaten Manggarai, yang telah menderita kanker mata sejak 2012.
Selama lebih dari satu dekade, Mariana menghadapi kondisi tersebut dengan keterbatasan penanganan medis. Kendala biaya dan sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan menjadi hambatan bagi warga tersebut untuk memperoleh perawatan yang memadai.
Kondisi Mariana kemudian mendorong Aipda Heribertus mengambil langkah untuk membantu proses penanganannya. Personel Polres Manggarai yang merupakan alumnus Magister Forensik Universitas Airlangga itu mengupayakan kerja sama dengan sejumlah pihak agar kebutuhan administrasi, pembiayaan, hingga proses rujukan medis dapat ditangani secara bertahap.
Dalam upaya tersebut, Aipda Heribertus menggandeng Pemerintah Daerah Manggarai, Yayasan Help Flores, serta platform penggalangan dana Kitabisa.com. Kerja sama lintas pihak itu diarahkan untuk membantu Mariana memperoleh akses terhadap penanganan medis yang sebelumnya terkendala.
Bantuan yang dilakukan tidak berhenti pada pengumpulan donasi. Prosesnya juga mencakup pengurusan dokumen administrasi kesehatan dan pengawalan rujukan pasien menuju rumah sakit rujukan. Langkah tersebut dilakukan agar Mariana dapat segera menjalani tindakan operasi sesuai proses penanganan medis yang diperlukan.
Peran Aipda Heribertus dalam proses tersebut menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari keterlibatannya dalam membantu masyarakat. Upaya itu juga memperlihatkan adanya kerja sama antara personel kepolisian, pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat melalui dukungan penggalangan dana.
Bagi Mariana, akses terhadap layanan kesehatan menjadi persoalan yang selama bertahun-tahun tidak mudah diatasi. Kondisi kesehatan yang dialaminya sejak 2012 berjalan bersamaan dengan keterbatasan biaya dan akses menuju fasilitas kesehatan. Karena itu, pendampingan dalam aspek administrasi, pembiayaan, dan rujukan menjadi bagian penting dalam membuka jalan menuju penanganan medis.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan masyarakat dalam kasus Mariana tidak ditangani oleh satu pihak saja. Ada upaya untuk mempertemukan kebutuhan pasien dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga sosial, serta masyarakat melalui mekanisme penggalangan dana.
Aipda Heribertus, di sisi lain, menjalankan peran penghubung dalam proses tersebut. Latar belakangnya sebagai alumnus Magister Forensik Universitas Airlangga menjadi bagian dari profilnya, sementara tindakan yang dilakukan dalam kasus Mariana terlihat dari pendampingan dan fasilitasi yang diberikan.
Kasus Mariana juga menggambarkan salah satu persoalan yang dapat dihadapi masyarakat ketika kebutuhan penanganan kesehatan berhadapan dengan keterbatasan biaya dan akses. Dalam situasi seperti itu, kolaborasi sejumlah pihak menjadi bagian dari upaya membantu pasien memperoleh akses terhadap layanan medis.
Melalui pendampingan tersebut, proses penanganan Mariana diarahkan agar dapat berlanjut hingga tahap rujukan dan operasi. Upaya lintas sektor yang melibatkan Pemda Manggarai, Yayasan Help Flores, Kitabisa.com, serta Aipda Heribertus menjadi bagian dari ikhtiar membantu warga yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan kesehatan.
Wartawan : rn-ha