TRENDING
MENU

Implementasi Gerakan Indonesia ASRI, DLH Sumenep Fokus Bersihkan Ruas Jalan Utama Kota

2 menit membaca
Mahmudi
Headline, Pemerintahan, Sumenep - 11 Jul 2026

REPORTASE NEWS, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep menolak menjadikan instruksi pusat sebagai dokumen mati di atas kertas. Menindaklanjuti arahan Rapat Koordinasi Nasional di Sentul mengenai Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 600.11/889/SJ, Pemkab Sumenep secara masif mentransformasikannya menjadi gerakan taktis sirkular yang mengikat seluruh instansi pada Jumat (10/07/2026).

Operasi pembersihan estetika kota ini tidak lagi menggunakan pendekatan mobilisasi tradisional, melainkan integrasi struktural. Gerakan ini melibatkan kolaborasi horizontal antara Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), korporasi pelat merah jajaran BUMN dan BUMD, hingga pelibatan aktor masyarakat di level akar rumput.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menegaskan bahwa pemeliharaan ruang publik kota adalah investasi kesehatan jangka panjang.

“Kami mendesain kegiatan bulanan ini agar memiliki fungsi ganda. Pertama, mitigasi lingkungan berupa pembersihan tumbuhan liar, trotoar, hingga normalisasi gorong-gorong. Kedua, fungsi penguatan modal sosial berupa pengaktifan kembali budaya gotong royong yang mulai tergerus urbanisasi,” urai Anwar Syahroni Yusuf.

Rekam Jejak Geografis Zonasi “Jumat Bersih” Sumenep

  • Target Zonasi Ruas Jalan & Pemukiman: Jalan Dr. Wahidin, Jendral Basuki Rahmat, Dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan
  • Fokus Tindakan Fisik: Pemotongan vegetasi liar ruas jalan, pembersihan trotoar & gorong-gorong

Strategi ini tidak lagi dikonsentrasikan di pusat ibu kota kabupaten (urban-centered). Pemkab Sumenep mendesentralisasikan gerakan ini hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Para Camat dan Kepala Desa diinstruksikan menjadi manajer taktis di wilayahnya untuk memastikan tidak ada timbunan sampah yang terlewat dari pengawasan.

Guna memastikan gerakan ini diadopsi secara permanen oleh masyarakat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep turut menerjunkan tim edukasi satelit. Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi, menjelaskan bahwa instansinya bergerak di sektor perang opini dan pembentukan kebiasaan baru melalui skema siaran keliling (Sirling) dan diseminasi media.

“Kami mengintervensi ruang dengar warga untuk membangun kesadaran kolektif. Tujuan akhirnya jelas: kita ingin mengubah gerakan Indonesia ASRI ini dari yang awalnya merupakan instruksi birokrasi menjadi kebiasaan personal di setiap pekarangan rumah tangga,” pungkas Indra Wahyudi.

Bagikan Disalin