TRENDING
MENU

Kreativitas Tanpa Batas, Parade Kostum Daur Ulang Siswa Lughatuth Islamiyah Pukau Ribuan Penonton

2 menit membaca
Redaksi
Headline, Pendidikan, Sumenep - 27 Jun 2026

REPORTASE NEWS, Sumenep – Kemeriahan dan decak kagum menyelimuti gelaran karnaval Haflatul Imtihan ke-37 yang diselenggarakan oleh Yayasan Lughatul Islamiyah (LUGHUS) di Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-Batang pada Sabtu (27/06/2026). Ratusan siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan berhasil memukau ribuan pasang mata yang memadati sepanjang rute jalan protokol melalui parade kostum yang kreatif, unik, dan megah.

Karnaval tahun ini mengusung tema yang sarat makna, yakni “Merawat Tradisi dalam Bingkai Islami”. Defile kepesertaan diikuti secara antusias oleh seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan, mulai dari tingkat RA, MI, SMPI, hingga MA, yang saling beradu kreativitas menampilkan atribut terbaik mereka di hadapan publik.

Ketua Panitia Karnaval, Isfandi, menyampaikan bahwa agenda tahunan ini dirancang bukan sekadar sebagai perayaan seremonial akhir tahun ajaran. Lebih dari itu, karnaval ini menjadi wadah strategis untuk mencetak generasi muda dan alumni yang berkarakter islami, adaptif, serta memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat kabupaten maupun di level Provinsi Jawa Timur.

“Karnaval Haflatul Imtihan ini adalah panggung kreativitas bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan kemampuan terbaik mereka demi kemajuan bangsa, agama, dan negara,” papar Isfandi di sela-sela acara.

Daya tarik utama yang paling mencuri perhatian masyarakat di sepanjang rute pawai adalah kepiawaian para siswa dalam merancang busana. Mulai dari pakaian adat Nusantara yang dimodifikasi dengan sentuhan modern, kostum replika tokoh-tokoh besar Islam, hingga gaun megah bercita rasa seni tinggi yang memanfaatkan material daur ulang. Pesta rakyat ini kian semarak dengan kehadiran ornamen properti lokal yang unik, seperti hiasan janur daun kelapa, daun siwalan, hingga deretan kendaraan hias yang memikat mata.

Keberhasilan perhelatan akbar ini diakui tidak lepas dari kuatnya kolaborasi dan sinergi yang harmonis antara pihak pengelola sekolah, jajaran guru, komite, serta dukungan penuh dari wali murid. Isfandi menegaskan, keterlibatan aktif semua lini menjadi modal utama sekolah dalam mengawal mutu pendidikan para siswa secara berkelanjutan.

“Kami ingin memperlihatkan kepada publik bahwa generasi muda Islam tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu agama dan capaian akademik, tetapi juga kaya akan kreativitas dan memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap kebudayaan bangsa,” tambahnya.

Menutup rangkaian acara, pihak Yayasan Lughatul Islamiyah berkomitmen untuk terus berinovasi dan menyelaraskan seluruh program pendidikan dengan dinamika zaman. Langkah adaptif ini diambil sebagai strategi jangka panjang agar lembaga mampu terus berkembang secara sehat, relevan dengan kebutuhan modern, serta senantiasa menjadi lembaga pendidikan yang menjawab aspirasi dan kepercayaan besar dari masyarakat.

Bagikan Disalin